Tiongkok Dikabarkan Kerahkan Misil Balistik di Dekat Perbatasan Rusia

Meski begitu, Rusia tidak menganggap hal tersebut sebagai ancaman.

Tiongkok dilaporkan telah mengerahkan misil balistik antarbenua (ICBM) Dongfeng-41 (DF-41) di Provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia.

“Gambar-gambar yang diduga DF-41 tersebar di sejumlah media asal Tiongkok,” lansir media Tiongkok The Global Times mengacu pada pemberitaan dari sejumlah media Hong Kong dan Taiwan.

“Terungkap bahwa gambar-gambar tersebut diambil di Provinsi Heilongjiang yang berada di timur laut Tiongkok. Para analis militer meyakini bahwa misil yang disebarkan tersebut adalah DF-41 kedua,” demikian tulis surat kabar tersebut.

DF-41 merupakan misil canggih tiga tahap berbahan bakar solid. Misil ini diperkirakan memiliki jarak tempuh hingga 15.000 kilometer dan mampu mengirim hingga 10 hulu ledak nuklir MIRV. Tiongkok, di sisi lain, belum memperkenalkan DF-41 ke masyarakat baik dalam parade militer maupun kegiatan lainnya, sehingga informasi lebih jauh terkait misil ini masih dirahasiakan.

Pada gilirannya, seorang analis militer Konstantin Sivkov mengatakan bahwa Rusia tidak perlu menganggap pengerahan DF-41 sebagai ancaman.

“Misil yang diletakkan di perbatasan Rusia memiliki ancaman lebih kecil jika dibandingkan dengan misil yang ditempatkan di daerah Tiongkok yang lebih dalam. Misil seperti ini biasanya memiliki ‘zona mati’ (daerah yang tidak bisa diserang senjata -red.) yang sangat besar,” tutur Sivkov seperti yang dikutipRT. Ia menambahkan bahwa misil DF-41 tidak akan dapat diarahkan ke Timur Jauh Rusia dan Siberia Timur jika ditempatkan di Heilongjiang.

Kremlin setuju dengan pernyataan tersebut dan menambahkan bahwa Tiongkok adalah “mitra strategis Rusia di bidang politik dan ekonomi.”

“Sekalipun laporan mengenai aksi militer Tiongkok tersebut memang benar, tentu saja bagi kami hal tersebut bukanlah ancaman,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Berhubungan dengan Donald Trump?

Ada spekulasi bahwa Tiongkok sengaja mengungkap informasi mengenai DF-41 sehubungan dengan pelantikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena ia dianggap akan berkonfrontasi dengan Tiongkok.

Sebelumnya, Trump membuat murka Beijing dengan mengancam akan mengakhiri kebijakan ‘Satu Tiongkok’.

Trump juga mengatakan akan menekan Beijing dalam berbagai isu ekonomi, di antaranya kebijakan moneter dan perdagangan.

Tiongkok secara rutin mendemonstrasikan kehebatan militer nya kepada AS. Sebagai contoh, Desember lalu mereka melakukan uji coba DF-41 versi railcar bertepatan dengan kunjungan mantan Sekretaris Pertahanan AS Ashton Carter ke Laut Tiongkok Selatan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.