Masjid Baru di Krimea Ditargetkan Selesai pada 2019

Masjid akan memiliki empat menara dengan ketinggian masing-masing 50 meter.

Bantuan pendanaan tahap pertama dari pemerintah sebesar satu miliar rubel (lebih dari 225,5 miliar rupiah) untuk pembangunan Masjid Sentral Simferopol, Krimea, akan diserahkan kepada kontraktor dalam waktu dekat. Demikian hal itu dilaporkan Islam.ru, mengutip keterangan Wakil Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) dari Krimea Ruslan Balbec.

Masjid baru ini direncanakan akan dibangun di atas perbukitan di sebelah selatan kota, dekat reservoir Simferopol. Proyek konstruksi masjid ini akan mencakup dua bagian, yaitu bangunan utama seluas 1.369 meter persegi dengan kubah setinggi 28 meter dan sebuah halaman dengan tiang-tiang dan shadirvan atau tempat berwudu sebelum salat.

Selain itu, masjid ini diharapkan akan memiliki empat menara dengan ketinggian masing-masing 50 meter. Islam.rumenyebutkan, masjid baru di ibu kota Krimea ini ditargetkan selesai pada 2019. Sebuah perusahaan Rusia bertanggung jawab sebagai kontraktor umum pembangunan rumah ibadah bagi umat Islam ini.

Lebih dari 8.000 masjid dan sekolah Islam telah dibangun di Rusia dalam 20 tahun terakhir. Saat ini, jumlah populasi muslim di Rusia mencapai 20 juta, dari 146 juta keseluruhan populasi Rusia.

Krimea menjadi bagian dari Federasi Rusia pada Maret 2014 ketika lebih dari 96 persen warga Krimea memilih untuk mendukung untuk melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam sebuah referendum. Referendum itu terjadi karena presiden yang terpilih secara demokratis digulingkan dalam suatu kudeta penuh kekerasan di Kiev, yang diikuti oleh perubahan pemerintahan Ukraina yang didukung kelompok nasionalis. Setelah pemerintahan yang baru terbentuk, otoritas Kiev hampir segera menyatakan perang pada daerah-daerah yang pro Rusia di Ukraina tenggara, yang menolak untuk mengakui pemerintahan yang baru.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.