Selama 2016, 70 Juta Serangan Siber Sasar Fasilitas Sistem Informasi Rusia

Terdapat 70 juta upaya peretasan terhadap sistem informasi Rusia dalam setahun terakhir.

Terdapat 70 juta upaya peretasan terhadap sistem informasi Rusia dalam setahun terakhir.

Alamy/Legion Media
Pemerintah akan melakukan upaya untuk mencegah peretasan sistem melalui rancangan undang-undang khusus.

Dalam setahun terakhir, Rusia harus menghentikan sekitar 70 juta upaya peretasan sistem informasi negara, ungkap Juru Bicara Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) Nikolay Murashov, Selasa (24/1).

“Ada 70 juta upaya peretasan terhadap Rusia dalam setahun terakhir,” ujar Murashov kepada komite Majelis Parlemen Rendah Rusia (Duma) untuk Kebijakan Informasi, seperti yang dikutip RT. Ia menambahkan bahwa semua serangan tersebut berasal dari luar Rusia.

Juru Bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov mengatakan, intelijen asing berada di balik berbagai upaya penyerangan, sebagaimana mereka pernah berusaha meretas institusi finansial Rusia.

Menyoal kesiapan negara dalam menangani peretasan, Murashov menegaskan bahwa “saat ini, Rusia masih mampu mengembangkan keamanan informasi.”

Namun begitu, meskipun kebanyakan BUMN Rusia, seperti perusahaan energi Gazprom dan beberapa yang sedang mengerjakan rel kereta, sudah terlindungi dengan baik, beberapa perusahaan masih rentan terhadap serangan sejenis. “Ada beberapa perusahaan yang menurut kami tidak terlalu memperhatikan masalah ini,” kata Murashov menambahkan.

RUU Khusus Terkait Infrastruktur Penting

Pertemuan komite ditujukan untuk membahas rancangan undang-undang (RUU) “Keamanan Infrastruktur Penting di Rusia”. RUU dibuat untuk memastikan bahwa semua perusahaan yang terlibat dalam infrastruktur penting Rusia mampu menangkal upaya peretasan.

Dalam RUU ini, seluruh perusahaan dan badan yang mengendalikan objek infrastruktur penting akan didata dan dibagi berdasarkan tiga kategori, sesuai seberapa penting infrastruktur mereka. Setelah itu, mereka harus membeli sarana pendeteksi dan penangkalan, melaporkan setiap upaya peretasan ke pemerintah, dan membantu pemerintah dalam proses investigasi.

Selain itu, dalam RUU ini, mereka yang merancang dan menyebarkan program komputer berbahaya dengan tujuan menyerang infrastruktur informasi akan di penjara maksimal selama sepuluh tahun.

Hingga kini, masih belum jelas badan pemerintah mana yang akan ditugaskan mengawasi manajemen infrastruktur ini. Namun, kemungkinan besar FSB yang akan dipilih.

Serangan dari Negara Lain

Pada awal bulan ini, Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev mengatakan kepada Rossiyskaya Gazeta bahwa meskipun Washington, yang kala itu dipimpin Barack Obama, seringkali menuding Rusia telah meretas mereka, “sebagian server besar berlokasi di AS dan digunakan untuk mempertahankan dominasi AS di dunia.”

Selain itu, pada Desember 2016, FSB melacak dan menemukan bahwa rencana serangan berasal dari beberapa server dan pusat komando di Belanda yang dimiliki oleh sebuah perusahaan hosting Ukraina. Kementerian Komunikasi Rusia telah bekerja untuk menangkal ancaman-ancaman tersebut.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.