Serang ISIS, Rusia-Turki Lancarkan Operasi Gabungan Pertama di Suriah

Jet tempur Sukhoi Su-24M milik Pasukan Kedirgantaraan Rusia lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah.

Jet tempur Sukhoi Su-24M milik Pasukan Kedirgantaraan Rusia lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah.

TASS
Sebanyak 36 target berhasil dihancurkan jet tempur Rusia dan Turki.

Angkatan Udara Turki dan Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah melancarkan operasi gabungan pertama mereka terhadap ISIS di dekat Al-Bab, Suriah, demikian dilaporkanSputnik.

"Sembilan pesawat tempur dari Pasukan Kedirgantaraan Rusia, termasuk empat Su-24M, empat Su-25, dan satu pengebom Su-34, serta delapan jet Angkatan Udara Turki — empat pesawat F-16 dan empat pesawat F-4 — dilibatkan dalam kampanye udara yang telah disetujui otoritas Suriah," kata Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Letjen Sergei Rudskoy dalam jumpa pers di Moskow.

Sebanyak 36 target berhasil dihancurkan jet tempur Rusia dan Turki, kata Rudskoy.

"Sebanyak 36 target telah diserang. Saya ingin menekankan bahwa target-target ini telah disepakati sebelumnya melalui Staf Umum dan komando kelompok aviasi kedua negara."

Rudskoy menyebutkan, hasil serangan udara gabungan Rusia-Turki di Suriah, berdasarkan perkiraan awal, dinilai sangat efektif.

Berita ini muncul di tengah gencatan senjata nasional di Suriah yang didukung oleh Rusia dan Turki, yang mulai berlaku pada 30 Desember dan kemudian didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.

Saat ini, Turki tengah melakukan operasi Perisai Efrat di Suriah. Pada 24 Agustus 2016, pasukan Turki yang didukung oleh pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan pesawat-pesawat koalisi yang dipimpin AS memulai operasi Perisai Efrat untuk membebaskan kota Jarabulus di perbatasan Suriah-Turki dan daerah sekitarnya dari teroris ISIS. Setelah Jarabulus berhasil direbut kembali, pasukan gabungan dari Ankara, koalisi, dan pemberontak Suriah melanjutkan operasi untuk mendapatkan kontrol atas Al-Bab yang berada 40 kilometer dari timur laut Aleppo.

Al-Bab adalah salah satu benteng pertahanan terakhir ISIS yang tersisa di dekat perbatasan Turki. Bagi Turki, merebut kota ini merupakan bagian dari kepentingan strategis mereka demi mencegah Kurdistan Suriah mengambil dan menyatukan wilayah mereka.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.