Menhan Rusia: Kampanye Suriah Bukti Profesionalisme Militer Rusia

Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah melakukan lebih dari 19 ribu serangan mendadak dan 71 ribu serangan udara terhadap teroris sejak dimulainya kampanye militer di Suriah.

Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah melakukan lebih dari 19 ribu serangan mendadak dan 71 ribu serangan udara terhadap teroris sejak dimulainya kampanye militer di Suriah.

Marina Lystseva/TASS
Strategi kombinasi Pasukan Kedirgantaraan Rusia dan Angkatan Laut serta penggunaan sistem senjata presisi tinggi yang modern di Suriah terbukti efektif.

Kampanye antiteror Rusia di Suriah menjadi bukti peningkatan profesionalisme angkatan bersenjata dan badan-badan administratif militer Rusia, kata Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Rabu (18/1).

"Tingkat profesionalisme para jenderal, laksamana, dan prajurit Rusia baru-baru ini meningkat. Pada saat yang sama, kualitas penyelesaian tugas oleh badan administrasi militer dan pasukan juga meningkat. Pelatihan darat, udara, dan maritim terus ditingkatkan. Hal ini ditegaskan oleh operasi di Suriah," kata Shoigu pada pertemuan Angkatan Bersenjata Staf Umum Rusia, seperti yang dikutip Sputnik.

Sang menhan menyebutkan, strategi kombinasi Pasukan Kedirgantaraan Rusia dan Angkatan Laut serta penggunaan sistem senjata presisi tinggi yang modern di Suriah terbukti efektif.

Pada pertemuan itu, Shoigu juga menekankan pentingnya untuk lebih meningkatkan koordinasi antara badan-badan administratif militer serta pelatihan Angkatan Bersenjata Rusia.

Rusia telah melakukan operasi militer terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015 atas permintaan Presiden Bashar al-Assad. Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah melakukan lebih dari 19 ribu serangan mendadak dan 71 ribu serangan udara terhadap teroris sejak dimulainya kampanye militer di Suriah.

Lebih dari 12.360 meter persegi dan 499 permukiman telah dibebaskan dari teroris sejak dimulainya kampanye Pasukan Kedirgantaraan Rusia di Suriah

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.