Putin: Penyebar Berita Bohong Lebih Buruk daripada Pelacur

Putin mengungkapkan dirinya meragukan bahwa Donald Trump pernah bertemu para pelacur di sebuah kamar hotel di Moskow beberapa tahun lalu.

Putin mengungkapkan dirinya meragukan bahwa Donald Trump pernah bertemu para pelacur di sebuah kamar hotel di Moskow beberapa tahun lalu.

Konstantin Zavrazhin/RG
Putin menilai para elit politik di Barat mengalami degradasi yang signifikan.

Orang-orang yang menyebarkan fitnah lebih buruk daripada pelacur, kata Presiden Rusia Vladimir Putin selama konferensi pers di Kremlin, Selasa (17/1). Pernyataan keras itu diungkapkan presiden Rusia menyusul banyaknya berita bohong yang meyudutkan presiden AS terpilih Donald Trump.

Dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden Moldova Igor Dodon, Putin mengungkapkan dirinya meragukan bahwa Donald Trump pernah bertemu para pelacur di sebuah kamar hotel di Moskow beberapa tahun lalu. Sementara, Trump telah membantah tuduhan yang ia sebut berasal dari sumber publikasi yang tak jelas ini dan menyebutnya sebagai berita bohong, tulisReuters.

"Anda jelas tahu apa itu prostitusi. Prostitusi adalah fenomena sosial yang buruk. Ketika terdapat banyak gadis muda yang terlibat dalam prostitusi, ini dapat diartikan bahwa mereka tidak mampu melakukan pekerjaan lain yang lebih baik, yang dapat memberikan mereka kehidupan yang layak. Fenomena tersebut sesungguhnya merupakan kesalahan masyarakat dan negara," kata sang presiden seperti yang dikutipRIA Novosti.

"Di sisi lain, orang-orang yang menyebarkan berita palsu, yang ditujukan untuk menyudutkan presiden AS terpilih Donald Trump, dan menggunakannya sebagai senjata politik — mereka lebih buruk daripada pelacur. Orang-orang ini sama sekali tidak memiliki batasan moral," kata Putin menegaskan.

Putin menyayangkan metode semacam ini harus digunakan untuk menyerang presiden terpilih Amerika Serikat.

"Ini kasus yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menunjukkan para elit politik di Barat, termasuk di AS, mengalami degradasi yang signifikan," tutur Putin.

Di hadapan pers, Putin juga menekankan bahwa ia tidak mengenal Trump secara pribadi serta tidak memiliki alasan untuk membela ataupun menyerang Trump.

"Saya tidak mengenal Trump secara personal. Saya juga belum pernah bertemu dengannya. Saya tidak tahu apa yang akan ia lakukan di arena internasional. Oleh karena itu, saya tidak punya alasan untuk menyerang, mengkritik, ataupun membelanya," kata Putin.

Sebelumnya, BuzzFeedmerilis dokumen yang memuat tuduhan bahwa ‘agen Rusia’ memiliki sejumlah informasi yang dibutuhkan untuk menyerang Trump. Penulis dokumen tersebut adalah mantan perwira intelijen Inggris yang diketahui sebelumnya bekerja untuk kepentingan lawan Trump dari Partai Republik, yang merupakan pesaing Demokrat.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.