Meksiko Minta Bantuan Putin untuk Berantas Korupsi ​

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan G-20 di Los Cabos, Meksiko.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan G-20 di Los Cabos, Meksiko.

AP
Situasi politik di Meksiko berada di titik terburuk sepanjang sejarah.

Sebuah petisi dalam bahasa Spanyol yang meminta Presiden Rusia Vladimir Putin membantu Meksiko mengatasi masalah yang dihadapi negara tersebut muncul di situs Change.org, demikian dilaporkan kantor berita RIA Novosti, Minggu (15/1).

Petisi berjudul ‘Intervención Rusa en México para eliminar el mal gobierno’, diusung oleh seorang bernama Freppo Sovietico dari Meksiko. Penulis petisi tersebut menyebutkan bahwa ‘situasi politik di Meksiko sedang berada di titik terburuk sepanjang sejarah’, dan negara tersebut ‘berdarah-darah akibat penjarahan dan para tikus itu’.

Dalam petisinya, Freppo Sovietico menulis, "Kami butuh seseorang yang mampu menghentikan para politisi Meksiko yang korup, yang membagikan segalanya dan mencuri segalanya." Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa korupsi yang merajalela menguntungkan tetangga mereka yang berkuasa, Amerika Serikat. "Imperialis AS dan PBB tak berbuat apa-apa selain menyebarkan kabar berita yang mengejutkan." Sebagai kesimpulan, sang penulis petisi berkata, "Vladimir Putin, Amerika Latin membutuhkan Anda.”

Petisi tersebut kini sudah ditutup setelah berhasil mengumpulkan 13.390 tanda tangan dan disampaikan pada Vladimir Putin sebagai pertimbangan. Perlu dicatat bahwa petisi tersebut tak hanya ditandatangani oleh orang Meksiko, tapi juga orang Rusia. Jika petisi lolos dari semua rintangan dan berhasil mencapai Putin, reaksinya sepertinya akan datang dalam bentuk komentar dari Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Ketegangan sosial di Meksiko baru-baru ini meningkat cukup drastis, khususnya akibat inflasi dan kenaikan harga bensin dan gas. Selain itu, warga Meksiko juga kecewa dengan pemerintah dan polisi mereka yang korup, yang kerap terang-terangan memperlihatkan hubungan mereka dengan para bandar narkoba. Ribuan orang berdemonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak, sementara nilai tukar mata uang mereka terhadap dolar AS jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.