Media Suriah Klaim Israel Serang Pangkalan Udara Militer di Damaskus

Militer Israel menolak berkomentar

Israel membombardir gudang amunisi di Pangkalan Udara Mezzeh yang berada tak jauh dari ibu kota Suriah, Damaskus, dengan roket. Televisi pemerintah Suriah melaporkan, serangan tersebut mengakibatkan ledakan yang sangat besar.

"Roket-roket menghantam Pangkalan Militer Mezzeh di Damaskus beberapa menit lalu," kata Hadi al-Bahra, mantan presiden Koalisi Nasional Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi melaporkan dari akun Twitter-nya pada Jumat (13/1) dini hari. Al-Bahra juga memublikasikan foto dari lokasi ledakan. Para aktivis dan wartawan setempat melaporkan melalui akun Twitter mereka bahwa ledakan disebabkan oleh bom yang dijatuhkan Israel. 

Hingga berita ini dipublikasikan, para wartawan di lokasi kejadian belum mendapatkan jumlah korban tewas akibat serangan itu, tulis media Rusia Sputnik. John Arterbury dari Pusat Studi Keamanan Georgetown menyebutkan, ledakan itu kemungkinan menewaskan komandan-komandan pasukan Suriah.

Bandara ini merupakan aset strategis utama yang digunakan para elit, pejabat, dan pasukan militer Suriah sebagai kompleks transit.

Pemerintah Suriah pernah menggunakan bandara ini sebagai pos militer untuk meluncurkan serangan artileri ke bekas wilayah yang sebelumnya sempat dikuasai para pemberontak di pinggiran kota Damaskus.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa militer Israel bertanggung jawab atas serangan itu. Namun demikian, militer Israel menolak berkomentar.

Sebelumnya pada hari itu, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri dan menewaskan tujuh orang serta melukai banyak orang lainnya.

Akibat serangan tersebut, juru bicara Angkatan Darat Suriah memperingatkan bahwa Israel akan menerima balasan yang "menyakitkan" karena telah menyerang Pangkalan Udara Mezzeh. Sang jubir, sebagaimana yang dikutip televisi pemerintah Suriah, mengatakan bahwa proyektil-proyektil yang ditembakkan lewat tengah malam tadi berasal dari dekat Danau Tiberias di Israel utara.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.