The Washington Post: Calon Menlu AS Sebut Rusia Ancaman Serius bagi NATO

Secara khusus, Tillerson menyebut bahwa Rusia ‘menginvasi Ukraina, mengambil alih Krimea, dan mendukung pasukan pemerintah Suriah yang dinilai melanggar hukum perang’.

Secara khusus, Tillerson menyebut bahwa Rusia ‘menginvasi Ukraina, mengambil alih Krimea, dan mendukung pasukan pemerintah Suriah yang dinilai melanggar hukum perang’.

Getty Images / Fotobank
Calon Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa AS harus dapat ‘melihat dengan jelas hubungannya dengan Rusia’.

Calon Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menilai Rusia sebagai ancaman, dan wajar jika negara-negara NATO merasa khawatir terhadap Rusia. Demikian pernyataan tersebut dilansir oleh The Washington Post.

Menurut surat kabar itu, pernyataan tersebut termuat dalam sambutan yang disampaikan Tillerson pada rapat dengar pendapat dengan Komite Senat AS untuk Hubungan Luar Negeri, Rabu (11/01).

Tillerson mengatakan bahwa AS harus dapat ‘melihat dengan jelas hubungannya dengan Rusia’.

Secara khusus, dalam sambutannya ia menyebut bahwa Rusia ‘menginvasi Ukraina, mengambil alih Krimea, dan mendukung pasukan pemerintah Suriah yang dinilai melanggar hukum perang’.

"Wajar jika kekhawatiran NATO terhadap Rusia meningkat," kata Tillerson dalam sambutannya.

Sebelumnya, presiden AS terpilih Donald Trump mengusulkan pengangkatan Rex Tillerson sebagai Menteri Luar Negeri AS. Meski begitu, pencalonannya masih harus menunggu persetujuan Senat AS.

Krimea kembali menjadi wilayah Rusia setelah referendum yang diadakan pascakudeta di Ukraina tahun 2014 lalu. Bergabungnya Krimea ke Rusia disetujui oleh lebih dari 95 persen masyarakat di semenanjung itu.

Negara-negara Barat menuduh Moskow ikut campur dalam konflik Ukraina. Menanggapi hal ini, pemerintah Rusia pun telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.