AS Akui Penyerangan Tentara Suriah Kacaukan Kesepakatan Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Reuters
Rusia tak percaya Amerika serius menjalankan gencatan senjata.

Serangan bom yang diluncurkan AS terhadap tentara Suriah membuat Rusia merasa AS tak serius untuk memisahkan teroris dari kelompok oposisi di Suriah. Padahal, langkah tersebut dibutuhkan untuk keberlangsungan gencatan senjata. Demikian hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam konferensi di Insitut Perdamaian AS, Selasa (10/1), seperti dikutipSputnik.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mensyaratkan AS untuk memfasilitasi pemisahan pemberontak moderat Suriah dari kelompok teroris, seperti front al-Nusra.

"Gencatan senjata tersebut membutuhkan masa tenang, Namun, lima hari setelah gencatan senjata dimulai, kami tak sengaja mengebom 70 tentara Suriah, sehingga Rusia menilai kami tak serius, bahwa kami malah melindungi front al-Nusra, bukannya mengelompokkan mereka secara terpisah. Lalu pada akhir pekan, truk kemanusiaan PBB diserang dan gencatan senjata tersebut pun berakhir kacau," terang Kerry.

Pada September lalu, pesawat koalisi yang dipimpin AS meluncurkan empat serangan terhadap Tentara Suriah di dekat Bandara Deir ez-Zor, menewaskan 62 tentara dan melukai sekitar 100 tentara.

Pentagon menyebut serangan tersebut salah sasaran, karena sesungguhnya ditujukan bagi milisi ISIS. Namun, sejumlah pejabat Suriah menilai serangan itu memang disengaja.

Moskow mendesak serangan tersebut diinvestigasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan pentingnya penyelidikan insiden ini untuk menentukan apakah serangan tersebut sebuah kecelakaan atau memang disengaja guna mendukung pasukan yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.


Tragedi penembakan Tentara Suriah di Deir ez-Zor oleh pasukan koalisi pimpinan AS

AS bilang kejadian itu tidak disengaja

Rusia menyebut Gedung Putih membelas ISIS

Dan meragukan kejujuran AS

Damaskus menyebut AS berkoordinasi dengan ISIS

Pakar menyebut serangan ‘tak disengaja’ AS sebagai kemunafikan luar biasa

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.