Menhan Shoigu: AU Rusia Berhasil Menyelesaikan Misi yang Ditetapkan Putin

Dalam pertemuannya dengan para pejabat senior kementerian, Shoigu menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan AS Ashton Carter telah membuat pernyataan yang membingungkan terkait negara-negara yang hampir tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap upaya antiteror di Suriah.

Dalam pertemuannya dengan para pejabat senior kementerian, Shoigu menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan AS Ashton Carter telah membuat pernyataan yang membingungkan terkait negara-negara yang hampir tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap upaya antiteror di Suriah.

Vadim Savitsky/RIA Novosti
Menhan Rusia menyebut Pasukan Kedirgantaraan Rusia di Suriah berhasil menyelesaikan misi utama yang telah ditetapkan Presiden Putin.

Pasukan Kedirgantaraan Rusia di Suriah telah menyelesaikan misi yang ditetapkan Presiden Vladimir Putin, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Selasa (10/1), seperti yang dilansirSputnik.

"Kami berhasil menyelesaikan misi utama yang telah ditetapkan panglima tertinggi (Presiden Putin) tahun lalu," kata Shoigu.

"Tak peduli betapa sulitnya bagi kami, betapa kami benar-benar membutuhkan dukungan dari koalisi internasional, yang menurut saya, membuat situasi lebih buruk lagi, dan sayangnya kita tidak melihat satu pun dukungan, sehingga situasi ini membuat kami harus lebih kuat, mengirimkan rombongan kapal induk ke Suriah, menambahkan pasukan kedirgantaraan dan melibatkan polisi militer," kata Shoigu.

Dalam pertemuannya dengan para pejabat senior kementerian, Shoigu menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan AS Ashton Carter telah membuat pernyataan yang membingungkan terkait negara-negara yang hampir tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap upaya antiteror di Suriah.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara pada Minggu (8/1) dengan media AS, Carter mengklaim bahwa Rusia 'tidak melakukan apa-apa' dalam perang melawan ISIS di Suriah, sehingga AS dan koalisinya harus menanggung beban perang di Suriah sendirian.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.