Benarkah Rusia Picu ‘Insiden Berbahaya di Langit Suriah’?

Dalam melakukan tugas, pilot kami berlaku sangat profesional dan mematuhi semua syarat keamanan, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menegaskan.

Dalam melakukan tugas, pilot kami berlaku sangat profesional dan mematuhi semua syarat keamanan, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menegaskan.

Mil.ru
Alih-alih bicara langsung ke Rusia, AS justru menyampaikan tuduhan itu lewat media.

Kementerian Pertahanan Rusia belum menerima protes resmi dari AS terkait insiden yang bisa digolongkan ‘berbahaya’, yang melibatkan pesawat tempur Rusia dan pesawat Angkatan Udara AS di Suriah. Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Rabu (11/1).

Konashenkov mengomentari pernyataan yang dilontarkan Komandan 380th Air Expeditionary Wing Amerika Serikat, Brigadir Jenderal Charles Corcoran, mengenai ‘pertemuan berbahaya’ dengan pesawat Rusia yang dilaporkan oleh pilot AS.

Berdasarkan laporanWall Street Journal, Corcoran menyebut Rusia mengabaikan kesepakatan dengan AS terkait mitigasi insiden di ruang udara Suriah yang ditandatangani pada Oktober 2015. Menurut Corcoran, pilot Rusia pura-pura tak sadar akan peraturan yang ada atau tak mampu dan tak mau mematuhi peraturan tersebut secara konsisten.

Namun, hal itu nyatanya hanya disampaikan ke media, bukannya langsung disampaikan pada Rusia sebagai pihak terkait. "Baik Jenderal Corcoran maupun juru bicaranya tak menyuarakan komplain terkait insiden tersebut. Padahal, mereka sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia melaui konferensi video rutin yang digelar untuk mengawasi memorandum pencegahan insiden di ruang udara Suriah," terang Konashenkov.

Ia menyebutkan bahwa pilot Rusia terus mengingatkan pilot AS negara koalisinya bahwa mereka tak sendirian atau pun ‘tak terlihat’ di ruang udara Suriah.

"Dalam melakukan tugas, pilot kami berlaku sangat profesional dan mematuhi semua syarat keamanan," tegas Konashenkov.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.