Selama Dua Bulan, Aviasi AL Rusia Hancurkan 1.252 Target Teroris di Suriah

Pesawat tempur Sukhoi Su-33 Rusia bersiap untuk lepas landas dari atas dek kapal induk Laksamana Kuznetsov untuk melancarkan serangan terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah.

Pesawat tempur Sukhoi Su-33 Rusia bersiap untuk lepas landas dari atas dek kapal induk Laksamana Kuznetsov untuk melancarkan serangan terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah.

TASS
Pilot pesawat tempur angkatan laut melancarkan 420 serangan mendadak, termasuk 117 kali pada malam hari.

Kelompok aviasi kapal induk Angkatan Laut Rusia telah melakukan 420 serangan mendadak dan menghancurkan 1.252 sasaran teroris di Suriah selama dua bulan. Demikian hal itu diungkapkan Komandan Pasukan Rusia di Suriah Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov, Jumat (6/1), seperti yang dilaporkanSputnik.

"Selama dua bulan, pilot pesawat tempur angkatan laut telah melancarkan 420 serangan mendadak (termasuk 117 kali pada malam hari). Hampir seluruh serangan mendadak dilakukan di tengah kondisi hidrometeorologi yang parah. Sebanyak 1.252 sasaran teroris di Suriah telah hancur," kata Kartapolov. 

Pernyataan itu muncul saat Moskow mengumumkan pengurangan kehadiran militernya di Suriah. Kapal induk Laksamana Kuznetsov menjadi yang pertama kembali ke tanah air.

Sekelompok kapal perang Rusia yang dipimpin oleh kapal induk Laksamana Kuznetsov, beserta kapal perang Pyotr Veliky, kapal kapal perusak antikapal selam Severomorsk dan Wakil Laksamana Kulakov, fregat Admiral Grigorovich, dan kapal pendukung lainnya, menjalankan operasi kontraterorisme di Suriah sejak 8 November lalu. 

"Serangan tersebut dilancarkan untuk menghancurkan infrastruktur teroris, kendaraan kelompok-kelompok militan, serta menembaki posisi dan benteng pertahanan kelompok bersenjata ilegal. Fregat Admiral Grigorovich menyerang sasaran kelompok teroris ISIS di Suriah dengan rudal jelajah Kalibr. Semua sasaran telah diserang," kata sang komandan.

Kartapolov menambahkan bahwa ini pertama kalinya Rusia menggunakan aviasi berbasis angkatan laut untuk menggempur sasaran darat.

"Kelompok angkatan laut telah menyelesaikan misi tempur mereka. Kelompok kapal induk siap menjalankan misi selanjutnya," kata Kartapolov. 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.