Kurangi Kehadiran Militer di Suriah, Rusia Ingin Capai Kesuksesan Politik

Ketua Staf Umum Tentara Suriah Letjen Ali Abdullah Ayyoub mengatakan bahwa bantuan Angkatan Udara Rusia memainkan peran kunci dalam kemenangan tentara pemerintah Suriah di medan perang.

Ketua Staf Umum Tentara Suriah Letjen Ali Abdullah Ayyoub mengatakan bahwa bantuan Angkatan Udara Rusia memainkan peran kunci dalam kemenangan tentara pemerintah Suriah di medan perang.

Mil.ru
Rusia menarik rombongan kapal Armada Utara dari Suriah.

Rusia mengurangi kehadiran militernya di Suriah untuk meningkatkan pengaruh terhadap Iran dan Damaskus, serta mendorong mereka untuk mematuhi gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati guna mendorong keberhasilan militer pasukan mereka menjadi kesuksesan pada level politik, demikian disampaikan penasihat Komite Tinggi Negosiasi (HNC) Kelompok Oposisi Yahya Aridi kepada Sputnik, Jumat (6/1).

Sebelumnya, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov mengumumkan bahwa Rusia sudah mulai mengurangi kehadiran militernya di Suriah dengan menarik rombongan kapal Armada Utara yang dipimpin kapal induk Laksamana Kuznetsov.

“Pengumuman Rusia menarik kekuatan militernya ini bisa mendorong Teheran dan Damaskus. Hal itu menciptakan semacam pengaruh,” kata Aridi.

Aridi menambahkan jika Iran dan pemerintah Suriah melanggar gencatan senjata tersebut,” hasilnya akan menjadi bumerang bagi Rusia sendiri.”

“Kinerja Rusia di Suriah telah sukses dan membuahkan hasil. Tapi hasil yang diharapkan tak hanya dari segi militer, melainkan juga penyelesaian politik. Jika penarikan tersebut adalah hal yang serius dan strategis, langkah ini akan menyelaraskan kesuksesan militer dengan kesuksesan politik,” kata Aridi.

Gencatan senjata nasional antara pemerintah Rusia dan kelompok oposisi mulai diberlakukan pada 30 Desember dini hari waktu setempat. Rusia dan Turki menjadi penjamin kesepakatan tersebut.

Melalui konferensi video, Ketua Staf Umum Tentara Suriah Letjen Ali Abdullah Ayyoub mengatakan bahwa bantuan Angkatan Udara Rusia memainkan peran kunci dalam kemenangan tentara pemerintah Suriah di medan perang.

Pada 29 Desember, Presiden Rusia Vladimir Putin menetapkan pengurangan kehadiran militer Rusia di Suriah atas rekomendasi dari Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.