Diplomat: Dunia Jijik dengan Kebijakan Luar Negeri Pemerintahan Obama

Presiden Barack Obama berjalan menyusuri Gedung Putih dari kediaman utama ke Ruang Oval, Selasa, 8 November, 2016, di Washington.

Presiden Barack Obama berjalan menyusuri Gedung Putih dari kediaman utama ke Ruang Oval, Selasa, 8 November, 2016, di Washington.

AP
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut kebijakan Obama memicu kebencian di seluruh dunia.

Kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden AS Barack Obama selama delapan tahun terakhir memicu kebencian di seluruh dunia, demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, seperti dikutip TASS.

"Menurut saya, pria ini (Obama -red.) dan timnya terbukti sangat buruk bagi semua pihak di arena global," kata Zakharova dalam sebuah wawancara pada akhir Desember lalu dengan saluran televisi Rossiya 1.

"Delapan tahun pemerintahannya mengusung slogan eksklusivitas yang mengundang kejijikan dari seluruh dunia. Mereka gagal memenuhi kewajiban mereka atas sejumlah negara, gagal memenuhi tugas yang mereka emban, termasuk dari masyarakat Amerika dan dunia," tambahnya.

Menurut sang diplomat, dari 'sudut pandang moral', tim Obama dapat disalahkan karena telah melakukan kejahatan, seperti yang ditunjukkan bahwa 'yang paling kuat memiliki hak tak terbatas untuk menjadi iblis'. "Hal itu yang akan terkenang mengenai pemerintahan ini dalam sejarah," tambahnya.

Sebelumnya, pada 30 Desember lalu Departemen Luar Negeri AS mengusir 35 diplomat Rusia dari Negeri Paman Sam.

Presiden Obama menyebut pengusiran itu sebagai "operasi intelijen". Obama juga mengumumkan penutupan dua kompleks diplomatik Rusia di New York dan Maryland.

Para diplomat Rusia diberikan waktu 72 jam untuk meninggalkan AS. Mereka diusir karena telah menunjukkan "perilaku yang tak sesuai dengan status diplomatik mereka," bunyi pernyataan itu.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.