CNN Sebar Berita Palsu, Sebut Rusia Tutup Sekolah Anglo-Amerika Moskow

CNN adalah media yang pertama kali memberitakan penutupan sekolah yang sangat populer di antara anak-anak diplomat Barat ini.

CNN adalah media yang pertama kali memberitakan penutupan sekolah yang sangat populer di antara anak-anak diplomat Barat ini.

TASS
Di tengah meningkatnya pemberitaan palsu yang diseberluaskan media mainstream, CNN menuduh Moskow membalas pengusiran diplomat Rusia dari AS dengan menutup Sekolah Anglo-Amerika Moskow pada Kamis (29/12) lalu, tulis Sputnik.

Tak lama setelah pengumuman sanksi baru AS terhadap Rusia, CNNmengklaim bahwa seorang pejabat AS yang tak disebutkan namanya, yang disebut "sudah diberi penjelasan terkait masalah ini", telah melaporkan kepada mereka bahwa Moskow akan menutup sekolah itu.

“Pemerintah Rusia telah memerintahkan penutupan Sekolah Anglo-Amerika Moskow, kata seorang pejabat AS yang telah diberi penjelasan terkait masalah ini. Perintah dari pemerintah Rusia ini menutup sekolah yang melayani anak-anak staf dan pejabat Kedubes AS, Inggris, dan Kanada dan warga negara asing lainnya,” tulis CNN.

CNN adalah media yang pertama kali memberitakan penutupan sekolah yang sangat populer di antara anak-anak diplomat Barat ini. Berita ini pun segera tersebar luas di media sosial.

Kebohongan tersebut dengan cepat dibantah oleh juru bicara kementerian luar negeri Rusia.

“Para pejabat AS memberikan 'informasi secara anonim' ke media mereka bahwa Rusia menutup Sekolah Anglo-Amerika Moskow sebagai bentuk pembalasan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menulis laporan CNN pada halaman Facebook-nya, seperti yang dikutipSputnik.

“Itu adalah sebuah kebohongan. Rupanya, Gedung Putih telah benar-benar kehilangan kesadaran dan mulai menciptakan sanksi terhadap anak-anaknya sendiri,” kata Zakharova.

Sementara, dalam sebuah keterangan yang dipublikasikan pihak sekolah pada halaman Facebook-nya disebutkan bahwa sekolah akan tetap dibuka setelah libur Tahun Baru.

“Anda mungkin telah mendengar dan membaca laporan media yang menyebutkan bahwa pihak berwenang Rusia telah menutup Sekolah Anglo-Amerika Moskow. Para pejabat senior Rusia telah membantah berita ini. Sekolah ini tetap akan dibuka sesuai jadwal setelah liburan Tahun Baru,” kata Direktur Sekolah Anglo-Amerika Moskow Ian Forster.

Pada Kamis (29/12), Presiden AS Barack Obama mengumumkan pengusiran 35 diplomat Rusia, penutupan dua kompleks diplomatik Rusia di Maryland dan New York, dan sanksi baru terhadap enam individu dan lima entitas Rusia atas dugaan campur tangan Moskow pada pilpres AS bulan November lalu, yang telah berulang kali dibantah Kremlin.

Keesokan harinya, Jumat (30/12), Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi sanksi baru itu dan "mempermalukan" Presiden AS Barack Obama dengan menyatakan bahwa Rusia tidak akan mengusir siapa pun sebagai balasan terhadap sanksi yang dijatuhkan AS. Selain itu, Presiden Putin mengatakan bahwa Moskow tidak akan melarang keluarga dan anak-anak diplomat AS 'untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata favorit mereka di Rusia dalam merayakan liburan Tahun Baru.

Presiden Rusia juga mengatakan bahwa ia akan menunggu sampai presiden AS terpilih Donald Trump mengambil alih Gedung Putih untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Putin juga tak lupa mengucapkan selamat Tahun Baru kepada Presiden AS Barack Obama dan keluarganya, serta Donald Trump dan seluruh rakyat Amerika.

Hingga berita ini dipublikasikan, CNNbelum menarik kembali berita palsu tersebut atau mengakui kesalahan mereka.


Kebohongan media Barat terkait laporan situasi di Suriah

Media Barat memutarbalikkan fakta pembebasan Aleppo

Kebohongan di balik rekaman viral ‘warga Aleppo yang putus asa’ terungkap

Pengakuan jurnalis yang berada di Aleppo dan membantah laporan media Barat

Media mainstream hanya menunjukkan satu sisi perang Suriah

Media mainstream membuat berita palsu untuk mengacaukan Suriah

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.