Pertanyakan Klaim Dugaan Peretasan Rusia, Trump: Saya Mengetahui Sesuatu

Ia berjanji akan segera mengungkap 'hal yang tak diketahui orang lain'.

Presiden terpilih AS Donald Trump mengaku akan membongkar fakta yang sebelumnya tidak pernah diungkap mengenai peretasan server kampanye Partai Demokrat AS yang menyeret nama Rusia, demikian dikabarkanRT, Minggu (1/1).

“Saya rasa tidak adil jika kita tidak tahu. Bisa saja itu orang lain,” jawab Trump kepada media ketika disinggung mengenai dugaan peretasan yang dilakukan Rusia.

“Saya juga tahu hal-hal yang orang lain tidak tahu, jadi kita tidak dapat memastikan hal itu,” tambah Trump. “Anda akan mengetahuinya pada Selasa atau Rabu.”

Trump juga kembali menegaskan keinginannya untuk menjalin “hubungan yang erat” dengan negara lain, termasuk Rusia dan Tiongkok.

Trump juga pernah dikaitkan dalam dugaan peretasan Komite Nasional Demokratik oleh Moskow yang menyebabkan munculnya kebocoran yang tidak diinginkan lawan politiknya, Hillary Clinton. Trump selalu mengabaikan tuduhan tersebut, yang juga menyebutkan bahwa Trump dibantu Rusia untuk mengalahkan Clinton.

Pada Kamis (29/12), Trump menanggapi sanksi baru terhadap Rusia dan peluncuran laporan FBI dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) dengan berjanji akan menghadiri pertemuan intelijen untuk mendapat informasi terbaru mengenai masalah tersebut.

Sang presiden AS terpilih juga mengatakan bahwa Amerika Serikat perlu 'beralih kepada hal-hal yang lebih besar dan lebih baik.'

Laporan terbaru dari FBI dan DHS tidak menunjukkan bukti meyakinkan bahwa pemerintah Rusia melakukan peretasan. Dalam laporan tersebut, tertulis pula bahwa DHS tak memberi jaminan apapun terkait segala informasi yang ada di dalam laporan itu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.