Persediaan Air Diracun Pemberontak, Warga Damaskus Hidup 5 Hari Tanpa Air

Pemberontak Suriah juga mengancam akan meledakan saluran air bawah tanah.

Seluruh warga ibu kota Suriah telah lima hari hidup tanpa air. Media Barat menyalahkan pemerintah Suriah yang menyebabkan kekacauan pasokan air di wilayah tersebut, tapi sebuah video ancaman terbaru dari kelompok pemberontak membuktikan keterlibatan mereka dalam krisis air ini, demikian dilaporkanRT, Rabu (28/12).

Damaskus selama ini dianggap sebagai tempat yang paling aman di Suriah. Namun, kota tersebut memiliki kelemahan tersendiri. Pasokan air bersih mereka saat ini dikuasi oleh kelompok pemberontak.

Minggu lalu, pemerintah Suriah menuding para pemberontak mencemari penampung air di stasiun penyedotan mata air Ein al Fija, yang menjadi sumber air bagi sekitar 65 persen masyarakat Damaskus, dengan solar dan racun lain.

Pemerintah Suriah berhasil menutup pasokan tersebut sebelum air yang tercemar mencapai Damaskus, tapi terkuak sebuah memo dari PBB yang menunjukan rasa takut yang mulai dialami masyarakat.

Kepada media Rusia RT, warga Damaskus yang mengangkut air untuk penduduk di waduk mengaku prihatin dan menyalahkan “para teroris” yang telah menghentikan pasokan air.

Para penduduk menggotong jeriken berisi air dari cadangan bawah tanah. Mereka beruntung setidaknya masih memiliki cadangan tersebut. Masyarakat Damaskus mengatakan bahwa bantuan pemerintah sangat membantu mereka hidup.

“Kami tidak memiliki air selama lima hari. Kini kami menemukan tempat ini, dan pemerintah membantu kami. Semuanya menjadi lebih mudah,” kata seorang warga.

Krisis air ini bermula saat bendungan diduga ditembak oleh pasukan pemerintah — setidaknya itu yang dikabarkan media Barat yang mengutip keterangan dari para pemberontak.

Meski demikian, para pemberontak telah menggunakan air bersih sebagai ancaman untuk menekan pemerintah. Mereka telah mengancam untuk melakukan hal tersebut dalam sebuah video terbaru — kali ini dengan meledakkan saluran di bawah tanah dan merampas air milik penduduk.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.