Warga Rusia: Perang Suriah Peristiwa Internasional Terbesar 2016

Seorang prajurit dari legiun Al Rahman, Tentara Pembebasan Suriah (FSA), membawa senjatanya di dalam sebuah bangunan yang rusak, di garis depan pertempuran melawan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Jobar, pinggiran Damaskus, Suriah, 27 Juli 2015.

Seorang prajurit dari legiun Al Rahman, Tentara Pembebasan Suriah (FSA), membawa senjatanya di dalam sebuah bangunan yang rusak, di garis depan pertempuran melawan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Jobar, pinggiran Damaskus, Suriah, 27 Juli 2015.

Reuters
Jumlah yang mencapai sepertiga dari keseluruhan responden ini turun dibanding hasil tahun lalu yang angkanya mencapai 43 persen.

Perang Suriah, pemilu presiden AS, dan sejumlah pertandingan olahraga merupakan peristiwa terpenting selama tahun 2016, demikian hasil jajak pendapat yang digelar oleh lembaga VTsIOM, dikutip dari RT, Senin (26/12).

Hasil survei pusat penelitian opini publik milik pemerintah Rusia VTsIOM menyebutkan bahwa 33 persen responden menganggap perang Suriah sebagai peristiwa internasional terpenting tahun ini. Jumlah yang mencapai sepertiga dari keseluruhan responden ini turun dibanding hasil tahun lalu yang angkanya mencapai 43 persen.

Sementara, 31 persen responden memilih pemilu presiden AS dan 13 persen menyebut pertandingan olahraga sebagai peristiwa terpenting sepanjang tahun ini. Skandal doping hanya menarik perhatian tujuh persen responden.

Menjawab pertanyaan siapa tokoh politik yang dianggap terpenting tahun ini, sebanyak 64 persen responden memilih Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov berada di urutan kedua dengan perolehan suara 18 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Menteri Pertahanan rusia Sergey Shoigu dan Ketua Partai Liberal Demokrat Rusia Vladimir Zhirinovsky yang sama-sama mendapat dukungan delapan persen.

Dalam poling tahun ini, masyarakat Rusia menganggap 2016 tidak lebih baik atau lebih buruk dari 2015. Namun, banyak yang mengaku kini lebih optimis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Lembaga lain, Medialogia, juga merilis hasil dari poling sejenis yang mengindikasikan bahwa kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS menjadi peristiwa dunia yang paling banyak dibicarakan, disusul oleh upaya kudeta militer di Turki dan referendum Brexit. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pemberitaan media tahun 2016. Sementara, untuk urusan domestik, media paling banyak melaporkan skandal doping, prestasi Rusia di Olimpiade 2016, dan pemilihan anggota Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) pada September lalu.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.