Jurnalis: Kesuksesan di Suriah Perkuat Posisi Rusia di Percaturan Dunia

Rusia menyadari bahwa masalahnya bukan Assad, tapi terorisme.

Kesuksesan pembebasan Aleppo memperkuat posisi Rusia sebagai pemain kunci di arena global, demikian disampaikan jurnalis majalah mingguan Popular El Uruguay Gabriel Mazarovic pada Sputnik, Minggu (25/12).

Mazarovich menilai sejumlah kemenangan dalam melawan terorisme telah membantu Rusia menempati posisi istimewa di dunia internasional.

“Kemenangan di Suriah adalah berkat jasa Rusia. AS datang ke negara ini untuk memicu perang sipil, menggulingkan Bashar al-Assad, dan menciptakan ISIS. Sementara Rusia menyadari bahwa masalahnya bukan Assad, tapi terorisme. Kini, Rusia dapat menunjukkan kemenangan melawan kelompok ekstremis. Ini merupakan langkah yang sangat kuat di percaturan internasional,” kata Mazarovich.

Sang analis membantah bahwa kesuksesan militer Rusia di Suriah merupakan indikator utama dalam hubungan antara Rusia dengan Uni Eropa dan AS. Menurutnya, ini menegaskan bahwa Moskow jauh lebih unggul dalam konteks ini.

Secara khusus, Mazarovich merujuk pada konferensi pers tahunan Presiden Rusia Vladimir Putin yang diselenggarakan di hadapan lebih dari seribu jurnalis dari seluruh dunia. Dalam konferensi pers tersebut, Putin mengatakan bahwa Moskow bukan pihak yang memicu perlombaan senjata dengan Barat. "Setelah AS menarik diri dari Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik (ABM), Rusia terpaksa meningkatkan potensi militernya," terang sang pemimpin Rusia.

“Putin telah meyakinkan bahwa negaranya lebih kuat dari penyerang potensial mana pun, yang mungkin dihadapi Rusia. Putin menyampaikannya dengan nada protektif, tapi khawatir. Ia melihat dunia tergelincir ke dalam perlombaan senjata, yang tidak pernah diprovokasi oleh Rusia. Namun dalam skenario ini, Rusia memainkan peranan yang kuat,” kata sang jurnalis.

Selain itu, Mazarovich mencemaskan “hampir tidak ada” rujukan kepada Amerika Latin dalam konferensi pers Presiden Putin.

“Ini adalah sebuah tanda bahwa Amerika Latin memainkan peran yang relatif kecil di dunia. Ini adalah masalah yang sangat serius bagi Amerika Latin. Tidak ada negara dalam wilayah tersebut yang suaranya dapat didengar secara global,” ungkap Mazarovich.

Menurut pendapat Mazarovic, kurangnya inisiatif Amerika Latin di tingkat internasional adalah sebuah hambatan untuk wilayah ini “bertahan hidup.” Situasi seperti ini harus mempercepat pemerintah lokal untuk kembali memikirkan strategi mereka dan fokus dalam mamastikan persatuan di antara negara-negara Amerika Latin, tutup Mazarovich.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.