AS Kirim MANPADS untuk Militan Suriah, Dianggap Bersekongkol dengan Teroris

Senjata akan berakhir dengan cepat di tangan kelompok ekstremis.

Moskow menganggap izin untuk memasok MANPADS (man-portable air-defense systems) ke Suriah dalam peraturan baru yang tercantum pada anggaran pertahanan AS adalah langkah pemicu perseteruan, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova seperti dikabarkan TASS, Selasa (27/12).

Zakharova menyatakan bahwa senjata yang dikirimkan akan berakhir dengan cepat di tangan kelompok ekstremis dan Washington harus menyadari ini.

“Mungkin mereka malah mengharapkan itu terjadi, karena mereka memang membantu Jabhat al-Nusra, kelompok teroris yang merupakan salah satu unit al-Qaeda. Hal ini bisa dibilang sebagai upaya membantu dan bersekongkol dengan teroris,” kata Zakharova.

“Keputusan relevan ini juga merupakan sebuah ancaman langsung bagi pesawat Pasukan Udara Rusia, tentara Rusia, serta kedutaan besar kami di Suriah yang telah ditembak berkali-kali,” terangnya. “Itulah sebabnya kami menganggap hal ini merupakan langkah pemicu perseteruan.”

Pada 23 Desember, Presiden AS Barack Obama menandatangani undang-undang anggaran dan pengeluaran Departemen Pertahanan AS untuk tahun fiskal 2017. Secara khusus, hukum memberikan otorisasi tindakan Pentagon untuk memasok MANPADS kepada kelompok oposisi bersenjata Suriah.

Selama 15 tahun terakhir, AS telah kehilangan sejumlah besar senjata dan peralatan militernya yang mereka kirimkan kepada sekutu-sekutunya di berbagai belahan dunia. Sayangnya, senjata-senjata itu justru sering kali jatuh ke tangan musuh, khususnya ke kelompok al-Qaeda dan ISIS.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.