Hadirkan ‘Modem Bawah Air’, AL Rusia Bawa Internet ke Bawah Laut

Marinir Rusia menyebut sistem Dialog yang dikembangkan oleh OceanPribor Concern ini sebagai “modem bawah laut.”

Marinir Rusia menyebut sistem Dialog yang dikembangkan oleh OceanPribor Concern ini sebagai “modem bawah laut.”

EPA
Modem ini mampu mentransmisikan sinyal suara dan digital sejauh enam hingga 35 kilometer di bawah air.

Angkatan Laut Rusia baru saja meluncurkan sistem Wi-Fi canggih yang menghubungkan kendaraan dan peralatan bawah air dengan internet untuk memastikan penerimaan data dan transmisi informasi audio dan digital yang stabil, tulis surat kabar Izvestia, seperti dikutip Sputnik, Minggu (25/12).

Marinir Rusia menyebut sistem Dialog yang dikembangkan oleh OceanPribor Concern ini sebagai “modem bawah laut.” Modem ini mentransmisikan sinyal suara dan digital sejauh enam hingga 35 kilometer di bawah air.

Perwakilan dari kantor humas OceanPribor mengatakan kepada Izvestia bahwa modem hidro-akustik ini telah dipasang pada kapal selam Rus, Konsul, Bester, dan pada drone bawah laut Klavesin.

Penyelam Rusia juga menggunakan sistem komunikasi mobil Vuoska yang menggunakan gelombang akustik untuk mentransmisikan informasi, tidak seperti sistem komunikasi digital yang menggunakan sistem gelombang elektromagnetik.

Untuk memastikan bahwa sinyal yang keluar tidak menyebar dan untuk menghindari Efek Doppler yang dapat mengalihkan informasi yang ditransmisikan, pengembang sistem ini menggunakan metode matematika canggih untuk memproses sinyal.

Hal ini memastikan pertukaran ponsel di bawah laut tanpa hambatan dan transmisi informasi dalam jumlah besar baik dalam frekuensi Rusia dan yang digunakan oleh Angkatan Laut NATO.

Direktur Utama Laboratorium Komunikasi dan Navigasi Bawah Laut Artur Abelentsev mengatakan kepada Izvestia bahwa menurut para pakar di L-3 Communications Holdings, sebuah perusahaan AS yang memasok sistem dan produk komando dan kontrol, komunikasi, intelijen, pengawasan, dan pengintaian, mereka telah menggunakan modem hidro-akustik untuk menyediakan komunikasi dua arah tepercaya di titik terdalam lautan, bagian dari Palung Mariana yang bernama Challenger Deep sejauh 11 kilometer.

“Catatan yang mengesankan juga telah ditetapkan oleh Norwegian Kongsberg, British Sonardyne, dan perusahaan lainnya, tapi karena sebagian besar pekerjaan bawah laut di Rusia dilakukan di kedalaman yang tidak mencapai satu kilometer, kami membutuhkan produksi massal modem penyelam dan kapal selam dapat digunakan untuk berkomunikasi dan menentukan posisi mereka,” kata Abelentsev.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.