Moskow Ingin Saudi Gabung Trio Rusia-Iran-Turki untuk Mendamaikan Suriah

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin.

Reuters
Moskow berharap Arab Saudi mengikuti langkah Rusia, Iran, dan Turki dalam mengupayakan perdamaian di Suriah.

Arab Saudi sebaiknya bergabung dalam upaya menciptakan perdamaian di Suriah sebagaimana yang dilakukan Rusia, Iran, dan Turki, kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin, seperti yang dikutipRT.

Sebelumnya, menteri luar negeri Rusia, Iran, dan Turki bertemu di Moskow pada Selasa (20/12) untuk merancang deklarasi bersama demi menyelesaikan konflik berkepanjangan di Suriah. 

Menurut Churkin, dokumen tersebut adalah "sebuah upaya lebih dari ketiga negara" — di antara upaya lainnya — untuk menyiapkan kelompok oposisi "supaya mau bernegosiasi dengan pemerintah, dan mempertemukan mereka dengan pemerintah dalam satu meja sehingga mereka dapat mengutarakan apa saja yang diperlukan demi memajukan proses politik."

"Dalam deklarasi yang dibuat Moskow, Teheran, dan Ankara, sangat penting untuk mengundang negara lain yang berpengaruh 'di lapangan' untuk bergabung dalam upaya ini," kata Churkin. 

"Menurut saya, Arab Saudi sebaiknya mengikuti langkah ini dan bekerja ke arah yang sama," kata Churkin kepada saluran televisi Rossiya 24.

Prediksi Kerja Sama Rusia-AS di Bawah Trump

Pembicaraan Rusia-AS dalam menyelesaikan krisis Rusia telah gagal. Namun demikian, Churkin mengatakan bahwa situasi tersebut dapat berubah saat Donald Trump menggantikan Barack Obama di Gedung Putih. 

"Saya akan berbagi interpretasi personal saya terkait hal-hal yang saya dengar akhir-akhir ini," kata Churkin.

Menurut Churkin, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan bahwa ia berencana menggelar rapat baru yang membahas Suriah pada 8 Februari 2017.

"Saya yakin de Mistura melakukannya segera setelah ia mendapatkan kesempatan menghubungi orang-orang dari tim Donald Trump dan mengoordinasikan tanggal pertemuan dengan mereka," kata sang dubes.

"Itu merupakan sinyal yang cukup baik karena ini mengindikasikan kesanggupan pemerintahan Presiden Trump untuk menyetir situasi ke arah proses politik yang cukup cepat di Suriah," kata Churkin, yang sekali lagi menekankan bahwa ini adalah "interpretasi pribadinya."

Ia pun mengatakan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan Nikki Haley, yang rencananya akan menjadi calon utusan AS untuk PBB pilihan Trump. 

"Ia merupakan gubernur Carolina Selatan yang cukup muda. Walau disebut kurang berpengalaman dalam isu internasional, saya mendengar beberapa komentar positif tentangnya," kata Churkin. 

Meski demikian, Churkin menekankan bahwa ia tidak mengenal Haley secara personal dan ini membuatnya sulit memprediksi bagaimana delegasi AS akan bertindak di bawah Haley baik di PBB maupun di Dewan Keamanan. 

"Saya rasa masih terlalu dini untuk bersantai dan berharap bahwa kami akan mendapatkan 'angin surga' dalam pekerjaan kami di PBB. Pada kenyataannya, ini akan sedikit lebih rumit," kata Churkin. 

Penarikan kelompok militan dari Aleppo, Suriah, telah berhasil diselesaikan, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Rabu (21/12).

Aleppo merupakan kota besar terakhir yang diduduki kelompok pemberontak di Suriah yang penarikan mereka dari kota itu berhasil tercapai berkat melalui mediasi Rusia dan Turki. 

Berdasarkan perkiraan pejabat Rusia, evakuasi warga sipil dari Aleppo Timur, yang sebelumnya telah dikuasi kelompok pemberontak sejak 2012, diharapkan dapat selesai dalam beberapa hari ke depan. 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.