Mahasiswa Suriah: Assad dan Suriah Jadi Korban Pendekatan Bias Media Barat

Suriah telah dilanda perang sipil selama beberapa tahun terakhir. Belakangan, perang mulai merambah ke bidang informasi, melibatkan media Barat yang dianggap memberi informasi yang tak sesuai kenyataan di lapangan.

Suriah telah dilanda perang sipil selama beberapa tahun terakhir. Belakangan, perang mulai merambah ke bidang informasi, melibatkan media Barat yang dianggap memberi informasi yang tak sesuai kenyataan di lapangan.

RIA Novosti
Media Barat menciptakan gambaran baru tentang Suriah.

Dalam wawancara dengan Sputnik Serbia, Ketua Persatuan Mahasiswa Suriah di Serbia Lamak Kuder menegur media Barat terkait upaya mereka yang berkali-kali menjelek-jelekkan Presiden Suriah Bashar Assad, tulisSputnik, Selasa (20/12).

Di awal wawancara, Kuder mengatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan bahwa Suriah akan terlibat dalam perang sipil. Sebelumnya, ia hanya dapat membayangkan hal semacam itu bisa terjadi di negara lain selain Suriah.

“Negara kami selalu terbuka dalam menerima perwakilan dari negara dan agama lain. Dan kami semua terkejut dengan apa yang telah terjadi. Barat sudah menyusun segalanya dengan baik dan konflik Suriah telah dimulai,” kata Kuder.

Dalam kasus ini, ia secara khusus menekankan peran media Barat dalam memicu konflik. Menurutnya, jaringan berita seperti BBC, CNN, Al Jazeera, dan Al Arabiya, yang ia sebut “jauh lebih mewah dibanding TV publik kami” dan “telah menciptakan gambaran baru tentang Suriah.”

Jaringan berita, seperti BBC, CNN, Al Jazeera, dan Al Arabiya telah menciptakan gambaran baru tentang Suriah.
Pada awalnya saya mempercayai mereka, tapi suatu hari saya menyadari bahwa semua ini adalah kebohongan. Mereka meminta orang biasa untuk turun ke jalan sehingga tampak memberi tekanan kepada pemerintah. Hanya dua persen dari populasi yang berpartisipasi dalam protes tersebut, namun media mengabarkan tentang massa yang besar. Kemudian proses memberikan senjata kepada orang-orang ini pun dimulai,” kata Kuder.

Ia juga menyinggung soal pembebasan Aleppo dari teroris. Ia menyebut kota di sebelah utara Suriah ini sebagai “jantung Suriah, baik dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya.”

“Seminggu yang lalu tentara kami, dengan bantuan Rusia dan Iran, membebaskan Aleppo. Semua orang sangat senang seperti sedang berada dalam pesta pernikahan besar yang dirayakan di seluruh Suriah,” tambahnya.

Tidak ada bentuk protes apa pun di Aleppo selama tiga tahun saat kelompok teroris memasuki Aleppo dan menyandera warga.
Kuder juga kembali mengingat bahwa tidak ada bentuk protes apa pun di Aleppo selama tiga tahun saat kelompok teroris memasuki Aleppo dan menyandera warga.

Saat ditanya tentang pandangannya terhadap Presiden Assad, Kuder menunjuk upaya media Barat yang tidak berhenti menjelekan Presiden Suriah.

“Presiden Suriah Bashar Assad adalah seseorang yang citranya berbeda dari apa yang digambarkan Barat. Menurut saya, ia adalah orang yang baik, dan jika ia tidak mendapat dukungan dari mayoritas populasi, ia tidak akan menjadi presiden,” terangnya.

Media Barat menggunakan pendekatan bias dalam meliput situasi di Suriah. Saya mengakui bahwa kita sebaiknya membutuhkan lebih banyak demokrasi, tapi Presiden Assad cepat untuk memulai reformasi yang ditentang negara-negara Barat. Kami dituduh diduga membantu teroris,” kata Kuder.

“Kami diberitahu bahwa Suriah harus berubah, tapi kami tidak diizinkan untuk melakukan semuanya sendiri,” tutup Kuder.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.