Enam Poin Menarik dalam Sesi Tanya-Jawab 2016 Bersama Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar sesi tanya-jawab tahunan, Jumat (23/12), yang berlangsung hampir 4 jam dan dihadiri lebih dari 1.300 wartawan.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar sesi tanya-jawab tahunan, Jumat (23/12), yang berlangsung hampir 4 jam dan dihadiri lebih dari 1.300 wartawan.

AP
Hari ini, Jumat (23/12), Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar sesi tanya-jawab tahunan yang dihadiri oleh lebih dari 1.300 jurnalis dari berbagai media. Presiden Rusia membahas berbagai isu termasuk pemilu AS dan senjata nuklir.

Dalam konferensi pers yang berlangsung hampir empat jam ini, Putin menjawab 67 pertanyaan mengenai sejumlah isu, termasuk tuduhan peretasan yang dilakukan Rusia terhadap Partai Demokrat AS yang berimbas pada kekalahan Hillary Clinton di panggung politik pemilihan presiden AS bulan lalu, hingga prediksi mengenai kompetisi senjata dan peningkatan ketegangan senjata nuklir.

Berikut enam poin menarik yang disampaikan Putin dalam sesi tanya-jawab tersebut, seperti dirangkum dari laporan langsung RT.

Pemilu Rusia

Saat wartawan dari Wall Street Journal bertanya apakah mungkin pemilu presiden berlangsung lebih awal tahun depan? Putin menjawab sambil bercanda, "Di negara mana?". Setelah diperjelas maksud sang wartawan adalah di Rusia, Putin menjelaskan bahwa hal tersebut mungkin saja dilakukan, tapi tak bijaksana.

Ketika ditanya mengenai rencananya untuk maju kembali dalam pemilu 2018 (yang dengan bergurau Putin sebut sebagai 'sebuah pertanyaan yang provokatif'), ia menolak untuk membahas isu tersebut. "Saya akan mengambil keputusan pada waktunya," kata Putin.

Hubungan Militer Rusia-AS

Terkait pernyataan terbaru Putin mengenai militer Rusia, sang presiden menyebutkan bahwa tak ada satu orang pun yang meragukan bahwa AS adalah negara terkuat di dunia.

"Saya menyebutkan bahwa militer Rusia lebih kuat dari semua agresor potensial yang ada, dan AS tak dianggap sebagai agresor kami."

Kekalahan Partai Demokrat AS

Ditanya mengenai pemilu AS, Putin menyebutkan ada upaya mencari kambing hitam atas kegagalan Partai Demokrat AS pada pemilu tahun ini.

"Demokrat kalah dalam sejumlah pemilu, bukan hanya pada pemilu presiden, tapi juga pemilu Kongres dan Senat AS. Apakah itu salah saya? Apakah Rusia bertanggung jawab untuk segalanya?"

Menurut Putin, hal tersebut menandakan bahwa sistem pemerintahan AS saat ini memiliki masalah sistemik, yang menciptakan perbedaan persepsi di kalangan kelompok elit dan masyarakat umum.

"Orang yang kalah selalu mencari seseorang untuk disalahkan, tapi mereka seharusnya, pertama-tama, melihat pada dirinya sendiri. Hal yang paling penting adalah apa yang terkuak," kata sang presiden.

Putin menegaskan ia ingin membangun hubungan bisnis baik dengan para Demokrat dan Republiken di AS, yang dapat menguntungkan kedua negara.

Senjata Nuklir

Mengenai senjata nuklir, presiden Rusia mengingatkan bahwa Rusia tak pernah melanggar kerangka kerja apa pun dan selalu mematuhi peraturan yang ada.

"Amerika Serikat yang menarik diri dari Traktat Peluru Kendali Anti-Balistik, bukan Rusia. Ya, Rusia meningkatkan kemampuan nuklirnya dan mungkin ini mengapa AS begitu cemas untuk meningkatkan kapabilitas mereka, Rusia sadar akan itu. Namun, Rusia tak hendak memicu kompetisi senjata baru. Kami tak akan pernah terlibat dalam kompetisi senjata," kata Putin seperti ditulis RT.

Putin menyebutkan bahwa saat ini Rusia bergerak sesuai rencana modernisasinya sendiri.

ISIS

Seorang wartawan bertanya haruskah istilah 'Negara Islam' (Islamic State) dilarang di media?

"Itu adalah pertanyaan yang berbeda apakah istilah tersebut harus dilarang di media, tapi jelas bahwa Islam tak seharusnya diasosiasikan sebagai agama bagi terorisme tersebut," kata Putin.

Kesalahan Terbesar

Menjelang akhir sesi tanya-jawab, muncul pertanyaan "Apakah kesalahan terbesar Putin sebagai seorang presiden?". Putin menyebutkan bahwa ia sudah beberapa kali ditanya mengenai hal itu dan mengingatkan bahwa semua orang berbuat kesalahan dan ia tak mau mengulangi jawabannya lagi.

"Kita semua punya 'pekerjaan rumah' untuk diselesaikan dan saya akan terus mengerjakan itu," tandas Putin.

Di akhir sesi tanya-jawab, Putin menyampaikan harapan terbaik bagi semua orang di tahun baru mendatang.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.