Rusia Tak Masuk Daftar Prioritas Pentagon Milik Trump

Polisi berkumpul di depan bus Donald Trump di luar Teater Milwaukee sebelum debat calon presiden untuk Partai Republik, 10 November 2015.

Polisi berkumpul di depan bus Donald Trump di luar Teater Milwaukee sebelum debat calon presiden untuk Partai Republik, 10 November 2015.

AP
Presiden terpilih AS Donald Trump ingin lebih fokus memberantas ISIS dan memotong pengeluaran yang tidak penting.

Tidak tercantumnya Rusia dalam daftar prioritas Pentagon membuat beberapa pejabat Washington khawatir. Presiden terpilih AS Donald Trump ingin lebih fokus memberantas ISIS dan memotong pengeluaran yang tidak penting, demikian disampaikan petugas transisi Trump dan Pentagon, dikutip dari RT, Rabu (21/12).

Berdasarkan memo tanggal 1 Desember dari Wakil Menteri Pertahanan Bidang Kebijakan Brian McKeon, empat prioritas utama tim transisi Trump adalah memberantas ISIS, menghapus pemotongan anggaran otomatis (sequestration), mengembangkan strategi siber baru, dan menghapus anggaran yang tidak penting.

Dikabarkan majalah Foreign Policy, McKeon menerima daftar tersebut dari Mira Ricardel, yang merupakan salah satu kepala tim transisi Trump untuk Pentagon.

Menariknya, Rusia tak masuk dalam daftar prioritas Pentagon yang diberikan tim transisi Trump. Padahal dalam kepemimpinan Pentagon saat ini, Rusia merupakan ancaman nomor satu bagi AS.

Majalah Foreign Policy mengutip Ketua Kepala Staf Gabungan saat ini Joseph Dunford yang mengatakan bahwa Rusia "dapat menimbulkan ancaman eksistensial" untuk AS — lebih berbahaya dari Tiongkok, Korea Utara, atau ISIS, yang masuk dalam daftar ancaman AS.

Tautan yang diberikan Foreign Policy merujuk pada testimoni Dunford sebelum pertemuan Komite Senat Hubungan Luar Negeri pada Juli 2015.

Menurut majalah tersebut, pembentukan kebijakan luar negeri AS — termasuk pengelompokan pegawai besar-besaran di Pentagon, Kementerian Luar Negeri AS, dan CIA — tetap sangat skeptis terhadap Moskow.

Tim transisi Trump tidak membantah keaslian memo tersebut. Namun mereka menyatakan, "Bagi media yang berspekulasi bahwa daftar isu ini mewakili semua prioritas presiden terpilih benar-benar keliru dan menyesatkan," kata petugas transisi Trump yang tak mau disebutkan namanya kepada Foreign Policy.

Daftar prioritas Trump yang dipublikasikan sesuai dengan apa yang disampaikan Trump pada masa kampanye, yakni janji memberantas ISIS, kembali membangun militer AS, serta meninjau program senjata mahal dan tidak efektif, seperti program F-35.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.