Sebut Pembunuh Dubes Rusia Sebagai ‘Pahlawan’, Politikus Ukraina Dikritik

Dubes Rusia untuk Turki tewas akibat ditembak dalam acara pameran foto Rusia di Ankara, Turki, Senin (19/12).

Dubes Rusia untuk Turki tewas akibat ditembak dalam acara pameran foto Rusia di Ankara, Turki, Senin (19/12).

Reuters
Ketika sejumlah politisi dunia mengecam keras aksi pembunuhan terhadap Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov, beberapa penegak hukum Ukraina malah merayakan tragedi tersebut. Salah satu politikus Ukraina, Volodymyr Parasiuk, bahkan menyebut pembunuh sang dubes sebagai ‘pahlawan’.

Dubes Rusia untuk Turki tewas akibat ditembak dalam acara pameran foto Rusia di Ankara, Turki, Senin (19/12). Peristiwa tersebut juga melukai tiga orang, sementara pelaku penembakan, Mevlüt Mert Altintaş (22) juga tewas dibunuh oleh pasukan keamanan Turki.

Pembunuhan Karlov mengejutkan dan memicu kecaman keras dari seluruh dunia, dan para pemimpin serta diplomat internasional menyatakan dukungannya pada Moskow. Bahkan, negara-negara yang meiliki hubungan kurang harmonis di masa lalu juga ikut mengutuk serangan tersebut.

Namun, politikus Ukraina Volodymyr Parasyuk, yang pernah diduga melakukan kejahatan perang di Donbass sebelum terpilih untuk menjadi anggota parlemen Ukraina pada 2014, malah memuji sang pembunuh dan menyebutnya sebagai ‘pahlawan’.

Dalam tulisan di halaman Facebook-nya, Parasyuk menampilkan foto Altintaş dengan tulisan, “Saat seorang pria siap, mengorbankan nyawanya, untuk mengambil langkah ekstrem demi ide yang dianut, demi kebenaran, maka bisa dikatakan ia adalah seorang pahlawan”.

Meski dikritik oleh beberapa pembacanya, Parasyuk bersikeras bahwa pembunuh Karlov merupakan ‘pahlawan bagi bangsanya’. Para pengguna Facebook menyanggah dengan menyebut bahwa tak ada pengguna media sosial Turki yang memuji aksi Altintaş.

Orang-orang juga mencemooh Parasyuk atas kebodohannya, seraya menyebut bahwa semua pemerintah Eropa telah mengutuk aksi terorisme tersebut. Beberapa bahkan menyebut pernyataan Parasyuk sebagai manifestasi ekstremisme. Para netizen yang bersimpati terhadap Parasyuk dan ide radikalnya bahkan mengingatkan bahwa ‘membunuh duta besar yang tak bersenjata bukanlah aksi kepahlawanan, melainkan serangan teror’.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa pria yang membunuh Karlov pada pembukaan pameran foto di Ankara kemarin malam berhasil menembus kemanan gedung dan menyamar sebagai seorang polisi, kata saluran televisi Turki NTV.

Tanda pengenal yang dimiliki sang pembunuh di pintu masuk kemungkin besar palsu.

Menurut beberapa sumber, pria itu sempat bertugas di kepolisian antihuru-hara, tapi dipecat atas tuduhan memiliki hubungan dengan organisasi teroris FETO Fetullah Gulen.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi kematian Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov. Pernyataan itu diungkapkan Juru Bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova, seperti yang dikutip RT.

Seorang pria bersenjata api menyerang dubes Rusia di Ankara saat ia tengah menyampaikan pidatonya pada pembukaan pameran foto "Rusia di mata orang Turki", Senin (19/12).

Media Turki melaporkan, sang pelaku akhirnya tewas terbunuh oleh Pasukan Khusus Turki.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.