VIDEO: Warga Sipil Kembali ke ‘Kehidupan Normal’ di Aleppo Timur

Meski puing-puing bangunan masih tampak di sana-sini, mengingatkan pertempuran sengit yang sempat memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggal mereka, kini para warga mulai kembali ke rumah mereka.

Meski puing-puing bangunan masih tampak di sana-sini, mengingatkan pertempuran sengit yang sempat memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggal mereka, kini para warga mulai kembali ke rumah mereka.

Alla Shadrova, Spike Rogers
Pedagang sudah mulai berjualan roti dan rokok, mobil lalu-lalang di jalan.

Dua minggu setelah pembebasan permukiman Alshaar di Aleppo Timur oleh Tentara Suriah, kehidupan warga sipil secara bertahap kembali seperti semula. Semakin banyak warga lokal yang kembali menjalani kehidupan di sudut-sudut kota yang hancur lebur sementara mesin-mesin berat membersihkan reruntuhan di kota tersebut, demikian dilaporkanRT.

Kehidupan di kota Aleppo mulai berangsur normal setelah kota tersebut dibebaskan dari para teroris dan pemberontak. Sumber: Ruptly TV / YouTube

Meski puing-puing bangunan masih tampak di sana-sini, mengingatkan pertempuran sengit yang sempat memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggal mereka, kini para warga mulai kembali ke rumah mereka. Bahkan, sudah ada toko kecil yang buka untuk menjual roti dan rokok di pinggir jalan, sementara mobil-mobil mulai melaju di jalan raya.

"Situasinya baik. Orang-orang sudah kembali. Kini kami sudah aman dan situasi sudah stabil. Diberkatilah Tentara Suriah dan pemerintah kami dan Presiden Bashar Assad,” kata salah seorang pedagang yang baru kembali ke permukiman tersebut minggu lalu pada media Rusia Ruptly.

Seorang pemuda di toko sebelah, yang menjual rokok dan makanan ringan, sudah kembali sejak dua minggu lalu.

"Banyak orang yang kembali ke rumah mereka dan toko-toko mulai buka untuk menjual sayuran dan barang-barang kebutuhan lainnya," kata sang pemuda pada Ruptly. Ia mulai bekerja di pasar yang sudah diperbaiki hanya beberapa hari setelah area tersebut bersih dari para milisi.

Sebelumnya, penduduk lokal di daerah lain Aleppo juga menceritakan bagaimana perjuangan mereka saat berada di bawah kuasa pemberontak dan bagaimana perasaan mereka kini setelah kotanya dibebaskan.

Penduduk setempat mengaku lega setelah para pemberontak pergi.

"Mereka membuat kami kelaparan, kami sangat sengsara. Saya menangis siang dan malam," kata seorang nenek. "Saat para teroris ada di sini, para dokter hanya merawat mereka dan tak pernah membantu masyarakat."

Seorang ibu juga mengaku bersyukur kota Aleppo telah dibebaskan. "Kami sudah lelah dengan kehadiran para milisi dan serangan teror mereka. Saya harap mereka tak akan pernah kembali lagi," katanya pada RT.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.