Pesawat Hipersonik Rancangan Rusia Mampu Tembus Sistem Pertahanan Misil

Pesawat hipersonik dapat melaju pada kecepatan lima kali kecepatan suara.

Ilmuwan Rusia tengah mengerjakan proyek pesawat hipersonik yang bisa menembus sistem pertahanan misil musuh, demikian dilaporkan RIA Novosti mengutip Direktur Proyek Badan Riset Militer Future Research Fund di Moskow Boris Satovsky, seperti dikutipSputnik.

Satovsky menjelaskan bahwa progres teknologi yang sedang berlangsung di Rusia ialah memproduksi tipe baru senjata, termasuk yang berbasis pada elemen hipersonik dengan kemampuan manuver tinggi.

"Berkat karakter teknis mereka yang luar biasa, sistem semacam ini dapat menembus sistem pertahanan misil yang ada secara virtual, sehingga mampu memastikan keseimbangan militer-strategis global dalam 30 – 40 tahun mendatang," kata Boris Satovsky pada RIA Novosti.

Menurut laporan media, sepanjang 2016, Rusia telah dua kali menguji coba peluncur hipersonik yang akan bertugas menggantikan hulu ledak tradisional untuk misil balistik antarbenua generasi terbaru, termasuk misil Sarmat.

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, pakar Boris Litovkin menjelaskan bahwa setelah memasuki atmosfer, kendaraan hipersonik dengan kemampuan manuver super dapat mengubah target mereka saat meluncur, sehingga sangat sulit untuk dicegat.

Pesawat hipersonik dapat melaju pada kecepatan lima kali kecepatan suara, atau 330 meter per detik.

Future Research Fund didirikan pada 2012 untuk mendukung riset dan pengembangan studi berkaitan dengan pertahanan secara ilmiah dan berisiko tinggi, yang dapat menciptakan terobosan dalam teknologi pertahanan Rusia. Lembaga ini tengah mengerjakan lebih dari 40 proyek peluncur misil balistik hipersonik baru di lebih dari 40 laboratorium universitas terkemuka Rusia, institut riset, serta industri pertahanan.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.