Operasi Evakuasi di Aleppo Akhirnya Pisahkan Pemberontak dari Teroris

Pada April lalu, harian The Wall Street Journal, mengutip keterangan beberapa pejabat Timur Tengah dan AS, melaporkan bahwa CIA dan mitra regionalnya sedang mempersiapkan "Rencana B" di Suriah yang mencakup pengiriman berbagai jenis senjata antipesawat untuk para pemberontak.

Pada April lalu, harian The Wall Street Journal, mengutip keterangan beberapa pejabat Timur Tengah dan AS, melaporkan bahwa CIA dan mitra regionalnya sedang mempersiapkan "Rencana B" di Suriah yang mencakup pengiriman berbagai jenis senjata antipesawat untuk para pemberontak.

Getty Images
Operasi untuk mengevakuasi para militan dari Aleppo telah benar-benar memisahkan pemberontak "moderat" Suriah dari kelompok teroris setelah AS gagal melakukannya. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, mengutip keterangan Kementerian Pertahanan Rusia.

Penarikan militan dari Aleppo telah membuka peluang untuk menerapkan gencatan senjata di berbagai wilayah Suriah lainnya, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov.

Sebagai hasil operasi penarikan militan dari Aleppo, kementerian menyebutkan bahwa hampir 10 ribu orang telah diselamatkan.

"Operasi evakuasi militan beserta keluarga mereka dari Aleppo, yang dilakukan pusat rekonsiliasi Rusia, tak hanya unik hanya karena berhasil menyelamatkan sekitar 10 ribu nyawa warga Suriah, tetapi juga karena membuka peluang untuk secara paksa menghentikan pertempuran di daerah-daerah lainnya di Suriah," kata Mayjen Igor Konashenkov, seperti yang dikutip Sputnik.

Konashenkov juga mengatakan, "Pertama-tama, terima kasih kepada para petugas dan prajurit di pusat rekonsiliasi Rusia karena akhirnya pejuang oposisi moderat berhasil dipisahkan dari kelompok-kelompok radikal. Padahal sepanjang tahun ini, rekan-rekan Amerika kami berpikir bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan."

Operasi ini menunjukkan bahwa diperlukan keinginan keras untuk mencapai kesepakatan dengan semua pihak yang terlibat dalam konflik di daratan Suriah — kecuali dengan kelompok teroris — untuk mencapai perdamaian di negara itu, kata Konashenkov.

"Segala upaya untuk mengganti proses negosiasi yang luar biasa sulit ini dengan mempersenjatai kelompok oposisi, dengan berbagai konferensi di ibu kota negara-negara Barat, dengan perwakilan dari Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC), atau dengan mengirimkan beberapa 'pengamat' ke Aleppo, terbukti sama sekali tidak berguna dan justru menghadapi kebuntuan. Semakin cepat (para pejabat di) Paris, London, dan Washington — yang bahkan tidak mengirim bantuan kemanusiaan ke Suriah sama sekali — menyadari hal itu, semakin cepat pula terciptanya perdamaian (di dalam negeri)."

Pada Jumat (16/12), Staf Umum Rusia mengatakan bahwa ternyata sekitar 4.500 pejuang di Aleppo Timur pernah tergabung dalam kelompok-kelompok radikal Islam dan kebanyakan dari mereka sudah pernah dievakuasi.

"Ini adalah bagaimana 'oposisi moderat' akhirnya dipisahkan dari kelompok teroris."


Tuduhan-tuduhan Barat seputar peristiwa di Suriah yang populer

Terkait Omran Daqneesh, bocah Suriah yang "diduga" terkena serangan udara

Tuduhan atas "dugaan" serangan terhadap sebuah sekolah

"Dugaan" serangan terhadap rumah sakit di Aleppo

Dan rumah sakit di Idlib

Terkait "dugaan" serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.