Jurnalis: Saya di Aleppo Timur dan Apa yang Diberitakan Barat Tidak Benar

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa seluruh distrik di Aleppo Timur telah dibebaskan dari teroris, sementara hanya ada sedikit area yang masih menjadi tempat pertahanan militan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa seluruh distrik di Aleppo Timur telah dibebaskan dari teroris, sementara hanya ada sedikit area yang masih menjadi tempat pertahanan militan.

Alla Shadrova, Spike Rogers
Radio Sputnik membahas situasi di Aleppo Timur dengan Vanessa Beeley, seorang wartawan investigasi dan aktivis perdamaian, yang baru saja kembali dari kota itu dan kini berada di ibu kota Suriah, Damaskus.

"Apa yang kita lihat — terkait pemberitaan situasi di Aleppo Timur — adalah histeria luar biasa yang digembar-gemborkan korporasi media dan saya berani menegaskan bahwa sebagian besar laporan mereka didasari pada sumber yang belum diverifikasi dan tidak benar," kata Beeley .

"Sebagian besar laporan mereka (Barat) didasari pada sumber yang belum diverifikasi dan tidak benar." — Vanessa Beeley
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dia baru saja kembali dari Aleppo ke Damaskus. Dia menghabiskan tiga hari di Aleppo Timur dan kemudian pergi ke Hanano yang baru saja dibebaskan sehari sebelumnya. Di sana, ia berbicara dengan warga setempat.

"Kami melihat dengan mata kepala sendiri kegembiraan penduduk yang akhirnya menghirup udara kebebasan setelah empat tahun 'terpenjara' oleh NATO dan negara-negara Teluk yang mendanai berbagai faksi militan yang dipimpin front al-Nusra dan Al-Qaeda di Suriah. Kami berbicara dengan banyak warga sipil; beberapa dari mereka benar-benar menghampiri kami untuk memberikan kesaksian mereka."

Sang jurnalis asal London, Inggris, ini mengatakan bahwa mayoritas penduduk hampir tak dapat mengungkapkan betapa bersyukurnya mereka karena Tentara Arab Suriah telah membebaskan mereka dari 'penjara' di Aleppo.

"Sebagian besar juga mengatakan kepada kami bahwa faksi-faksi pemberontak menerima bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan. Namun, mereka menumpuk semua bantuan kemanusiaan itu dan menjualnya dengan harga yang tidak masuk akal. Mereka memeras penduduk."

"Kami melihat Tentara Arab Suriah dan pihak Rusia mengirimkan makanan ke semua daerah yang kami kunjungi." — Vanessa Beeley
"Seorang perempuan mengatakan kepada kami bahwa dia memiliki 12 orang anggota keluarga dan mereka diberi 12 roti setiap tiga hari — itu selama mereka mendapat jatah makanan," kata Beeley kepada Sputnik.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dia menyaksikan sendiri ada banyak anak-anak bertubuh kurus dan kelaparan dengan tanda-tanda kekurangan gizi yang sangat serius.

"Kami melihat Tentara Arab Suriah dan pihak Rusia mengirimkan makanan ke semua daerah yang kami kunjungi."

Kepada Sputnik, Beeley juga berbicara tentang proses pembebasan kota lama, tepatnya di sekitar masjid Umayed yang menjadi medan pertempuran antara tentara Arab Suriah dan faksi teroris.

"Kami naik taksi. Si sopir taksi ternyata menangis. Dia mengatakan bahwa ini adalah momen yang luar biasa. Dia mengatakan bahwa mungkin ini adalah saat ketika kita bisa bersatu lagi, antara Aleppo Barat dan Aleppo Timur, dan 'saya bisa bertemu kembali dengan keluarga saya yang tidak bisa saya lihat dalam lima tahun'," kata Beeley yang juga berprofesi sebagai penulis dan kontributor untuk 21st Century Wire, The Global Campaign to Return to Palestine (Kampanye Global untuk Kembali ke Palestina), dan The Dissident Voice.

"Kita dapat melihat bagaimana warga sipil dikawal dan dilindungi oleh Tentara Arab Suriah." — Vanessa Beeley​
Dia juga berbicara tentang pusat pendataan Jibreen yang merupakan tempat bagi warga sipil yang telah keluar dari berbagai area di Aleppo Timur untuk mendata diri mereka. Banyak orang telah kehilangan kartu identitas, termasuk karena dicuri. Jadi, mereka datang ke pusat itu untuk mendaftar bahkan jika mereka tidak memiliki surat-surat yang menunjukkan identitas mereka. Mereka diberi selembar kertas yang memungkinkan mereka untuk bepergian dengan bebas.

"Di pusat ini saja kita dapat melihat bagaimana warga sipil dikawal dan dilindungi oleh Tentara Arab Suriah. Kami melihat Tentara Suriah membawa barang-barang penduduk, membagi-bagikan makanan dan minuman hangat untuk orang-orang yang tiba di tengah hujan lebat. Kami juga melihat rumah sakit terbuka yang didirikan Rusia, kami melihat dokter Rusia mengobati mereka yang cedera, dan bahkan banyak yang terluka parah atau kehilangan sebagian anggota tubuhnya yang belum diobati," kata Beeley.

"Kami melihat dokter Rusia mengobati mereka yang cedera." — Vanessa Beeley​
Menurut Beeley, banyak warga sipil yang mengatakan bahwa sebenarnya ada rumah sakit di Aleppo Timur, tapi hanya teroris yang bisa dirawat, sedangkan warga sipil bahkan tidak berani untuk pergi ke sana demi mendapatkan pengobatan.

"Seorang pria yang duduk di kursi roda mengatakan bahwa ia belum menerima bantuan medis apa pun sejak dokter-dokter meninggalkan Aleppo pada 2013. Jadi ini adalah kisah tragis yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tentara Arab Suriah. Ini semua berhubungan dengan NATO dan negara-negara Teluk yang mendanai kelompok teroris. Kelompok-kelompok inilah yang telah memenjarakan orang-orang tak berdosa di sana dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia, memperkosa anak perempuan mereka, dan bahkan memenjarakan anak-anak berusia delapan tahun."

"Mereka (warga Aleppo Timur) mengatakan kepada saya bahwa tentara Suriah telah membebaskan mereka." — Vanessa Beeley​
Beeley mengatakan bahwa ketika ia meminta pengakuan para warga sipil di Aleppo Timur mengenai apakah mereka menghadapi kebrutalan di tangan Tentara Arab Suriah, orang-orang justru menatapnya seolah-olah berpikir bahwa ia sudah gila. "Mereka mengatakan kepada saya bahwa tentara Suriah telah membebaskan mereka. Tentara Suriah membawa mereka ke tempat yang aman di truk-truk mereka sendiri dari Aleppo Timur ke Jibreen dan memberi mereka makanan, kehangatan, dan lain-lain."

Pada saat yang sama, Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Sergei Rudskoy mengatakan bahwa "tampaknya negara-negara Barat dan organisasi kemanusiaan tidak bergegas untuk mengirim bantuan ke Aleppo karena orang-orang yang sebelumnya menerima bantuan itu, para militan, tidak lagi di sana, sedangkan warga sipil sama sekali tidak menarik perhatian mereka."

Rudskoy menambahkan bahwa perwakilan dari Komite Internasional Palang Merah dan petugas dari pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah telah memasuki distrik-distrik yang telah dibebaskan dan tidak menemukan satu mayat pun di sana.

Dia mengatakan bahwa rekaman real-time yang diambil dari berbagai drone selama proses pembebasan tersedia di seluruh dunia. Lebih dari 7.000 warga Aleppo Timur telah kembali ke rumah mereka setelah kota berhasil dibebaskan, katanya menegaskan.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.