Rusia Bantah Klaim Barat yang Sebut 250 Ribu Warga Masih Terjebak di Aleppo

Para warga telah berhasil meninggalkan kota yang dilanda perang itu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov membantah dugaan terjebaknya 250 ribu warga sipil di Aleppo, demikian dikabarkan Sputnik, Selasa (13/12).

"Operasi tentara Suriah untuk membebaskan bagian timur Aleppo telah berhasil dan — terkait warga sipil — dilakukan dengan penuh kemanusiaan.... Pencapaian ini menunjukkan sejumlah hal penting.... Seluruh ingar-bingar yang didramatisasi yang menduga adanya 250 ribu warga sipil Aleppo yang "terjebak" demi mempertahankan diri — khususnya yang disuarakan perwakilan Inggris dan Prancis — tak lebih hanyalah sentimen anti-Rusia," kata Konashenkov. 

Konashenkov menggarisbawahi bahwa sebelumnya teroris telah menawan lebih dari 100 ribu warga sipil sebagai perisai manusia di Aleppo timur. Kini para warga telah berhasil meninggalkan kota yang dilanda perang selama lebih dari empat tahun itu.

"Mereka semua meninggalkan daerah tersebut pada kesempatan pertama dan memasuki wilayah yang dikuasai pemerintah demi mendapatkan keamanan, bantuan, dan makanan," tambahnya. 

Setelah saluran-saluran televisi lokal melaporkan bahwa Aleppo berhasil direbut kembali, para warga segera membanjiri jalan raya untuk merayakan kemenangan Tentara Suriah. Sumber: RT / YouTube

Dalam kurun waktu 24 jam setelah pembebasan Aleppo, pusat rekonsiliasi Rusia telah mengevakuasi lebih dari 7.000 warga sipil, dan sebanyak 375 orang milisi mengaku menyerah.

“Dalam waktu 24 jam, pusat rekonsiliasi Rusia mengevakuasi 7.796 warga sipil dari wilayah Aleppo. Sebanyak 375 militan telah menyerahkan senjata mereka dan meninggalkan bagian barat kota tersebut,” tulis keterangan dari pusat rekonsiliasi.

Selama tiga minggu terakhir, tentara Suriah telah membebaskan lebih dari 98 persen wilayah Aleppo timur yang telah diduduki kelompok teroris sejak 2012. Sebanyak 100 ribu penduduk dari kota itu pun berhasil dibebaskan.

Pertempuran Aleppo berlangsung lebih dari empat tahun sejak 19 Juli 2012. Dalam 24 jam terakhir menjelang kemenangan, sekitar 10 ribu hingga 13 ribu warga sipil telah meninggalkan kota. Dengan demikian, berdasarkan laporan, total pengungsi saat ini mencapai sekitar 130 ribu warga.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.