Pemerintah AS ‘Kurung’ Snowden di Rusia untuk Kuatkan Tuduhan Mata-mata

Edward Snowden merupakan mantan anggota CIA yang membeberkan informasi rahasia mengenai pengintaian yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat.

Edward Snowden merupakan mantan anggota CIA yang membeberkan informasi rahasia mengenai pengintaian yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat.

AFP / East News
Snowden mengaku tak khawatir jika Trump akan mengizinkannya kembali ke AS kelak.

Mantan staf CIA Edward Snowden menyatakan bahwa pemerintah AS bisa saja mengizinkannya pergi ke negara lain, tapi malah 'mengurungnya' di Rusia untuk meningkatkan kecurigaan bahwa ia adalah seorang mata-mata.

"Pemerintah AS bisa saja membiarkan saya pergi ke Ekuador atau Bolivia,” kata Snowden kepada CEO Twitter Jack Dorsey, seperti dikutipRT. Namun, menurutnya, pemerintah AS justru memilih untuk 'mempertahankannya' di Rusia.

Snowden tengah berada di Rusia dan hendak meninggalkan negara tersebut ketika paspornya dicabut. Ia berada di Rusia sejak 2013.

Sang whistleblower menyebutkan bahwa ia tak mungkin bekerja bersama dengan pemerintah Rusia dan malah kritis terhadap mereka. Ia akan merasa tersanjung jika ia diusir dari Rusia karena kritik yang ia sampaikan.

Selama wawancara, Snowden menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke Twitter menggunakan hashtag (tagar) #AskSnowden. Ditanya mengenai penggunaan Twitter-nya, ia menjawab bahwa ia membuat akun tersebut untuk merespons 'laporan palsu' di media. Daripada mengirim pernyataan ke kantor berita untuk memperbaiki laporan mereka, ia kini bisa menyampaikan versinya sendiri menggunakan media sosial tersebut.

Snowden juga mengaku menggunakan Twitter untuk memantau berita dan mencari tahu apa yang dikatakan orang-orang, tapi tak menggunakannya di bawah akun namanya — karena jika demikian, pemerintah AS bisa mengakses datanya.

Terkait presiden terpilih AS Donald Trump, ia merasa 'tak khawatir' apakah Trump akan mengizinkannya kembali ke AS saat ia telah menjabat kelak.

Ia sendiri mengaku tak menyesali aksinya. "Saya bisa mendapat lebih banyak uang untuk melakukan pekerjaan mudah, memata-matai Anda, tapi saya lebih memilih untuk membongkar pengintaian pemerintah, yang menurut saya sungguh tak sesuai hukum," kata Snowden.

Pengintaian adalah masalah global, kata Snowden. Namun, hubungan antara pemerintah dan masyarakat merupakan isu yang lebih besar.

"Pemerintah kian tertutup, menyembunyikan banyak rahasia negara. Mereka bahkan tak merilis pajak penghasilannya," kata Snowden.

Edward Snowden merupakan mantan anggota CIA yang membeberkan informasi rahasia mengenai pengintaian yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap miliaran orang di 60 negara dan 35 badan pemerintahan. Ia mendarat di bandara Sheremetevo, Moskow pada 23 Juni 2013 dan masih menetap di Rusia hingga saat ini. Ia bahkan telah mendapat status penduduk tetap Rusia dari pemerintah.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.