Jepang Peringatkan Kemungkinan AS Bangun Markas Militer di Kepulauan Kuril

Inti pertikaian antara Rusia dan Jepang ini terletak pada rantai kepulauan yang berada di antara Pulau Sakhalin Rusia dan Hokkaido Jepang.

Inti pertikaian antara Rusia dan Jepang ini terletak pada rantai kepulauan yang berada di antara Pulau Sakhalin Rusia dan Hokkaido Jepang.

Ekaterina Chesnokova / RIA Novosti
Hal ini berlawanan dengan pernyataan Mantan PM Jepang sebelumnya.

AS kemungkinan akan mendirikan pangkalan militer di Kepulauan Kuril Selatan jika Rusia mengembalikan gugusan pulau yang dipersengketakan tersebut kepada Jepang. Demikian hal itu dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Dewan Keamanan Jepang Shotaro Yachi dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev, tulis surat kabar Jepang Asahi Shimbun.

“Kemungkinan tersebut ada,” kata Shotaro Yachi, seperti yang dikutipTASS. Menurut narasumber di pemerintahan Jepang, ‘pernyataan Yachi adalah sesuatu yang wajar karena dengan masuknya Kepulauan Kuril sebagai wilayah kedaulatan Jepang maka kepulauan tersebut secara otomatis masuk ke dalam kesepakatan jaminan keamanan antara AS dan Jepang’.

Sebelumnya, Asahi Shimbun pernah menerbitkan sebuah wawancara dengan Mantan Perdana Menteri Yoshiro Mori. Publikasi itu menunjukkan bahwa dalam sebuah negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Mori pernah menjamin bahwa pangkalan militer AS tidak akan ditempatkan di Kepulauan Kuril.

Jepang dan Rusia secara teknis masih berperang karena kedua negara belum menandatangani traktat perdamaian Perang Dunia II. Inti pertikaian antara Rusia dan Jepang ini terletak pada rantai kepulauan yang berada di antara Pulau Sakhalin Rusia dan Hokkaido Jepang.

Putin akan mengadakan kunjungan resmi ke Jepang pada 15 Desember esok hari. Menjelang keberangkatannya, dalam sebuah wawancara dengan media Jepang, Putin menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki masalah teritorial. Meski begitu, Rusia siap membahas pertanyaan yang diajukan Tokyo. Tidak adanya perjanjian damai, digambarkan oleh Putin sebagai ‘anakronisme yang ditarik dari masa lalu’.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.