Rusia Bantu Evakuasi Lebih dari 7.000 Warga Sipil dari Aleppo Timur

Warga Suriah yang telah dievakuasi dari Aleppo timur berebut bantuan makanan yang dikirim oleh Rusia.

Warga Suriah yang telah dievakuasi dari Aleppo timur berebut bantuan makanan yang dikirim oleh Rusia.

Reuters
Sebanyak 375 orang milisi menyerahkan senjata mereka dan meninggalkan kota.

Lebih dari 7.000 warga sipil telah dievakuasi dari Aleppo timur dalam kurun waktu 24 jam, dan sebanyak 375 orang milisi mengaku menyerah, demikian disampaikan pusat rekonsiliasi Rusia di Suriah seperti dikutipSputnik, Selasa (13/12).

“Dalam waktu 24 jam, pusat rekonsiliasi Rusia mengevakuasi 7.796 warga sipil dari wilayah Aleppo. Sebanyak 375 militan telah menyerahkan senjata mereka dan meninggalkan bagian barat kota tersebut,” tulis keterangan dari pusat rekonsiliasi.

Hari ini, Tentara Suriah secara resmi telah membebaskan Aleppo setelah mengusir pemberontak dari benteng pertahanan terakhir mereka di bagian timur kota itu. Demikian hal itu dilaporkanSputnik.

Sebelumnya pada Senin (12/12), Tentara Arab Suriah berhasil membuat kemajuan signifikan dalam perjuangan merebut kembali Aleppo dan hanya menyisakan tiga blok permukiman yang masih dikuasai pasukan antipemerintah.

Para pemberontak hanya memiliki sedikit pilihan selain "menyerah atau mati", kata Letnan Jenderal Zaid al-Saleh, direktur Komite Keamanan Suriah, kepada para wartawan di distrik Sheik Saeed.

Pertempuran Aleppo berlangsung lebih dari empat tahun sejak 19 Juli 2012. Dalam 24 jam terakhir menjelang kemenangan, sekitar 10 ribu hingga 13 ribu warga sipil telah meninggalkan kota. Dengan demikian, berdasarkan laporan, total pengungsi saat ini mencapai sekitar 130 ribu warga.

Setelah saluran-saluran televisi lokal melaporkan kemenangan ini, para warga segera membanjiri jalan raya dan menembakkan senapan ke udara sebagai bentuk kebahagiaan mereka atas kemenangan itu.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.