Galitsky dikirim ke negara yang tengah dilanda perang itu untuk membantu melatih prajurit unit tentara Suriah.
GTRK BuryatiaSeorang penasihat militer Rusia tewas akibat serangan dari kelompok oposisi moderat Suriah di salah satu area permukiman di Aleppo, Suriah, demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip Sputnik, Rabu (7/12).
Kolonel Rusia Ruslan Galitsky tewas setelah mengalami luka serius pascaserangan yang dilakukan kelompok militan moderat di Aleppo bagian timur. Ia sempat mendapat perawatan di rumah sakit selama beberapa hari, tapi sayang nyawanya tak terselamatkan.
Galitsky dikirim ke negara yang tengah dilanda perang itu untuk membantu melatih prajurit unit tentara Suriah. Ia bertugas sebagai penasihat militer yang ikut membatu komandan formasi tentara Suriah melakukan latihan militer dan menguasai perangkat keras militer.
Tewasnya sang kolonel di medan perang saat menjalankan tugas membuat ia layak menerima penghargaan dari negara secara anumerta, tulis Kementerian Pertahanan Rusia.
Selain melakukan serangan yang menewaskan Galitsky, pada Senin (5/12) para militan di Suriah juga melancarkan tembakan mortir ke bangsal resepsi di rumah sakit militer keliling Rusia yang dibangun di Aleppo. Aksi brutal tersebut menewaskan dua orang petugas medis asal Rusia dan sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah Vladimir Savchenko, para militan menggunakan sekitar sebelas peluru untuk menembaki daerah rumah sakit Rusia, yang mengakibatkan rumah sakit rusak total.
Kekerasan yang terus berlangsung di Suriah telah merenggut ribuan nyawa dan menelantarkan jutaan warga Suriah. Komunitas internasional telah mengambil langkah untuk mengakhiri konflik Suriah dan menyelesaikan krisis kemanusiaan di negara itu.
Pada 29 November lalu, pasukan pemerintah Suriah telah membebaskan separuh wilayah Aleppo bagian timur dari kelompok militan. Aleppo merupakan salah satu kota terpenting di Suriah dan keberhasilan tersebut memberi dampak signifikan bagi perkembangan situasi di negara yang telah dilanda perang selama bertahun-tahun ini.
Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.
Berlanggananlah
dengan newsletter kami!
Dapatkan cerita terbaik minggu ini langsung ke email Anda