Moskow Kecam ‘Kebisuan’ Barat Atas Pengeboman Rumah Sakit Rusia di Aleppo

Penembakan rumah sakit keliling Rusia oleh kelompok militan di Suriah menewaskan dua petugas medis dari Rusia.

Penembakan rumah sakit keliling Rusia oleh kelompok militan di Suriah menewaskan dua petugas medis dari Rusia.

AP
Anehnya, Departemen Luar Negeri AS yang biasanya secara instan mengomentari laporan penyerangan fasilitas medis di Suriah, kini mengaku kesulitan mengonfirmasi aksi penembakan di rumah sakit Rusia tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengkritik pemimpin Barat yang diam saja terkait peristiwa penembakan rumah sakit keliling Rusia oleh kelompok militan di Suriah yang menewaskan dua petugas medis dari Rusia.

Para militan melancarkan tembakan mortir pada bangsal resepsi di rumah sakit militer keliling Rusia yang dibangun di Aleppo, Senin (5/12), tulis RT. Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah Vladimir Savchenko, para militan menggunakan sekitar sebelas peluru untuk menembaki daerah rumah sakit Rusia, yang mengakibatkan rumah sakit rusak total.

Serangan ini menewaskan dua orang petugas medis. Sumber: RT / YouTube

Namun, peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tersebut tak ditanggapi oleh Barat, sehingga Moskow menuduh Barat menggunakan “pendekatan politisasi” dalam menilai situasi di Suriah.

“Kami berharap rekan-rekan Barat berhenti melakukan politisasi dalam situasi di Suriah dan mau bergabung dengan upaya melawan teroris di negara tersebut serta mencari solusi politik terhadap krisis Suriah, dibanding hanya melancarkan kampanya di media," tulis Kementerian Pertahanan Rusia dalam keterangan resminya.

Kementerian Pertahanan Rusia mendorong komunitas internasional untuk mengecam serangan tersebut dan mengatakan bahwa insiden tersebut akan diinvestigasi dan pihak yang bertanggung jawab harus diadili.

“Tidak diragukan lagi bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok ‘oposisi’ militan. Moskow paham siapa yang memberi militan Suriah koordinat rumah sakit Rusia tepat saat rumah sakit tersebut baru mulai beroperasi,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igo Konashenkov.

Jawaban Barat

Deaprtemen Luar Negeri AS yang biasanya secara instan mengomentari laporan penyerangan fasilitas medis di Suriah, kini mengaku kesulitan mengonfirmasi aksi penembakan di rumah sakit Rusia tersebut.

“Saya sudah melihat laporan mengenai hal itu, tapi tak bisa melakukan konfirmasi. Sulit untuk melakukan pengecekan dengan jelas akibat minimnya akses untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner kepada wartawan RT.

“Sulit untuk melakukan pengecekan dengan jelas akibat minimnya akses untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana.” — Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner
“Tapi untuk menjawab pertanyaan Anda — tentu saja kami mengecam serangan apa pun terhadap fasilitas rumah sakit dan perawatan kesehatan,” kata sang jubir.

Media Rusia RT juga telah meminta komentar Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Palang Merah Internasional, Human Rights Watch, Human Rights First, dan Amnesti Internasional terkait penembakan rumah sakit Rusia.

Sementara, Amnesti Internasional menyampaikan tanggapan mereka dengan mengatakan bahwa mereka mencoba memeriksa apakah mereka “bisa mengomentari hal ini”.

“Biasanya jika kami belum membuat dokumentasi dan melakukan verifikasi mendetail, kami sulit memberikan komentar terhadap serangan tertentu,” tulis surel balasan Amnesti Internasional.

Di sisi lain, Palang Merah menyatakan bahwa serangan berulang kali terhadap rumah sakit dan infrastruktur warga sipil di Aleppo menandakan bahwa semua pihak dalam konflik di Suriah gagal dalam tugas mereka untuk menghormati dan melindungi pekerja medis, pasien dan rumah sakit, serta untuk membedakan antara mereka dan tujuan militer.

“Biasanya jika kami belum membuat dokumentasi dan melakukan verifikasi mendetail, kami sulit memberikan komentar terhadap serangan tertentu.” — Amnesti Internasional​
“Infrastruktur kesehatan, personel medis, dan pasien sakit dan terluka dilindungi hukum kemanusiaan internasional (IHL). Mereka tidak boleh diserang,” terang Palang Merah.

Kekerasan yang terus berlangsung di Suriah telah merenggut ribuan nyawa dan menelantarkan jutaan warga Suriah. Komunitas internasional telah mengambil langkah untuk mengakhiri konflik Suriah dan menyelesaikan krisis kemanusiaan di negara itu.

Pada 29 November lalu, pasukan pemerintah Suriah telah membebaskan separuh wilayah Aleppo bagian timur dari kelompok militan. Aleppo merupakan salah satu kota terpenting di Suriah dan keberhasilan tersebut memberi dampak signifikan bagi perkembangan situasi di negara yang telah dilanda perang selama bertahun-tahun ini.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.