2026, Indonesia Diprediksi Jadi Mitra Dagang Utama Rusia

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki perekonomian paling maju di ASEAN dengan pertumbuhan PDB tahunan sebesar 4 – 5 persen dan secara aktif memperluas kemitraan dagang dengan Rusia.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki perekonomian paling maju di ASEAN dengan pertumbuhan PDB tahunan sebesar 4 – 5 persen dan secara aktif memperluas kemitraan dagang dengan Rusia.

Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia
Omzet perdagangan diramalkan akan melebihi empat miliar dolar AS pada 2026.

Indonesia diprediksi akan menjadi mitra dagang utama Rusia di Asia Tenggara dalam sepuluh tahun ke depan. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia RT.

Pada akhir 2015 lalu, omzet perdagangan di antara kedua negara sudah mencapai dua miliar dolas AS. Terhitung pada 2026 mendatang, jumlah ini diramalkan akan meningkat hingga melebihi empat miliar dolar AS. Angka tersebut didapat berdasarkan hasil studi ekonomi terbaru yang disediakan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rusia.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki perekonomian paling maju di ASEAN dengan pertumbuhan PDB tahunan sebesar 4 – 5 persen dan secara aktif memperluas kemitraan dagang dengan Rusia. Terhitung sejak Januari hingga Agustus 2016, omzet perdagangan antara Indonesia dan Rusia melebihi 1,35 miliar dolar AS, atau dengan kata lain, tujuh persen lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, tingkat ekspor Rusia mencapai keseimbangan dengan tingkat impor Indonesia (masing-masing 670 juta dan 665 juta dolar AS). Selama tujuh bulan pertama pada 2016, pengiriman produk dari Rusia ke Indonesia meningkat hingga 12,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015. Pada saat yang sama, ekspor produk Indonesia ke Rusia juga meningkat sebesar 11,6 persen.

Struktur ekspor Rusia ke Indonesia didominasi oleh pasokan energi (42 persen), pesawat terbang dan teknologi ruang angkasa (38 persen), serta logam besi (16 persen). Para peneliti juga mencatat tumbuhnya minat Indonesia terhadap cokelat Rusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan ekspor permen dan cokelat Rusia sebesar 4 persen. Indonesia memasok peralatan elektronik (39 persen), furnitur (21 persen), serta impor pangan (19 persen). Di samping itu, Indonesia juga mengekspor tekstil dan sepatu ke Rusia.

“Kami optimis bahwa omzet perdagangan antara Indonesia dan Rusia akan meningkat setidaknya 8 – 12 persen, yaitu sekitar 180 – 230 juta dolar AS per tahun. Menurut prediksi kami, menjelang 2026, jumlah ini akan menembus angka empat miliar dolar AS per tahun,” tutur Kordinator Fungsi Ekonomi KBRI Moskow Kiki Kusprabowo.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.