Su-33 Rusia Tergelincir Saat Mendarat di Kapal Induk Laksamana Kuznetsov

Pesawat tempur Rusia Su-33 tegelincir dari kapal induk Laksamana Kuznetsov di Laut Tengah saat sedang melakukan pendaratan.

Pesawat tempur Rusia Su-33 tegelincir dari kapal induk Laksamana Kuznetsov di Laut Tengah saat sedang melakukan pendaratan.

RIA Novosti
Pilot berhasil menyelamatkan diri dengan pelontar.

Pesawat tempur Rusia Su-33 tegelincir dari kapal induk Laksamana Kuznetsov di Laut Tengah saat sedang melakukan pendaratan. Namun demikian, sang pilot berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan pelontar, demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip Sputnik, Senin (5/12).

“Setelah menyelesaikan tugas pertempuran di wilayah udara Suriah, jet tempur Su-33 tegelincir dari dok saat melakukan pendaratan karena kabel dari perangkat penerima rusak. Sang pilot menyelamatkan diri dengan pelontar dan segera dibawa ke kapal induk Laksamana Kuznetsov oleh tim penyelamat. Ia berhasil selamat,” terang pihak kementerian.

Rombongan penerbang Angkatan Laut melanjutkan misinya seperti yang telah direncanakan, tambah kementerian. "Kapal berbasis penerbangan tersebut melanjutkan penerbangan sesuai dengan tugasnya.”

Kapal tempur Rusia, termasuk kapal induk Laksamana Kuznetsov, kapal tempur Pyotr Veliky, serta kapal penghancur antikapal selam Severomorsk dan Wakil Laksamana Kulakov, dikirim ke Laut Tengah sejak 15 Oktober lalu untuk menjalankan misi di Suriah. Pesawat jet Su-33 yang berbasis di kapal induk Laksamana Kuznetsov berkali-kali ikut serta dalam serangan antiteroris di Suriah.

Keberangkatan tersebut mendapat sorotan sejumlah media internasional karena negara-negara NATO, termasuk Inggris, mengirim kapal tempur mereka untuk ‘menandai’ kapal Rusia.

Sementara, Moskow menegaskan bahwa kapal-kapal itu diberangkatkan untuk memastikan kehadiran maritim dalam wilayah yang signifikan secara operasional di samudra dunia, termasuk untuk mengamankan navigasi maritim.

Rusia melakukan operasi militer melawan kelompok teroris di Suriah pada September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.