2017, Seluruh WNA yang ke Rusia Wajib Jalani Prosedur Pemindaian Sidik Jari

Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, termasuk mencegah imigran ilegal dan tersangka teroris memasuki negara itu.

Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, termasuk mencegah imigran ilegal dan tersangka teroris memasuki negara itu.

Anton Denisov / RIA Novosti
Kementerian Dalam Negeri memulai proses untuk memberlakukan prosedur pemindaian sidik jari yang diwajibkan bagi seluruh orang asing yang tiba di wilayah Rusia.

Pada 2017, seluruh warga asing yang tiba di Rusia wajib menjalani prosedur pemindaian sidik jari. Demikian hal itu diungkapkan Wakil Menteri Dalam Negeri Rusia Aleksandr Gorovoy kepada para wartawan.

"Kementerian Dalam Negeri memulai proses untuk memberlakukan prosedur pemindaian sidik jari yang diwajibkan bagi seluruh orang asing yang tiba di wilayah Rusia," kata Gorovoy. Sang pejabat juga mengatakan bahwa kepolisian Rusia berterima kasih kepada mitra-mitra asing yang telah menunjukkan pengertian sehubungan dengan program ini.

Pada akhir 2014, Presiden Vladimir Putin menandatangani instruksi terkait pencatatan biometrik yang diwajibkan bagi seluruh warga negara asing dan orang-orang tanpa kewarganegaraan yang menerima visa masuk. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, termasuk mencegah imigran ilegal dan tersangka teroris memasuki negara itu.

Proposal awal peraturan ini telah diajukan Kementerian Luar Negeri Rusia sebagai respons atas pemberlakuan pemindaian sidik jari secara menyeluruh terhadap warga Rusia yang ingin memasuki Uni Eropa pada 2015 lalu.

Beberapa tahun sebelum perintah ini ditandatangani, kepala Komite Investigasi Rusia (badan federal yang menangani kejahatan besar) menyarankan ide serupa. Namun, gagasan itu tak dilaksanakan karena biaya pemasokan peralatan yang diperlukan di seluruh daerah perbatasan ternyata terlalu mahal.

Saat ini, penegak hukum Rusia menggunakan sistem pengenalan sidik jari otomatis ADIS (Automated Fingerprint Identification System) untuk menyimpan data para penjahat yang dihukum serta personel militer.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.