Rusia Mediasi Pelucutan Senjata, Tentara Suriah Berhasil Rebut Kota Al-Tall

Pasukan Pemerintah Suriah yang loyal terhadap Presiden Suriah Bashar Al-Assad memegang foto Assad dan bendera Suriah setelah berhasil merebut kembali kota Deir al-Adas yang terletak di selatan Damaskus, pada Februari 2015 lalu.

Pasukan Pemerintah Suriah yang loyal terhadap Presiden Suriah Bashar Al-Assad memegang foto Assad dan bendera Suriah setelah berhasil merebut kembali kota Deir al-Adas yang terletak di selatan Damaskus, pada Februari 2015 lalu.

Reuters
Lebih dari 500 pemberontak dari Jabhat Fatah al Sham (dulu Front al-Nusra), beserta 1.500 anggota keluarga mereka, telah dipindahkan dari kota Al-Tall ke Idlib.

Tentara Suriah berhasil merebut kembali kota Al-Tall, Damaskus, demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip Sputnik, Minggu (4/12).

“Kota Al-Tall di Provinsi Damaskus, dengan populasi sebanyak 60 ribu jiwa sebelum dilanda perang, telah berhasil direbut kembali oleh pasukan bersenjata Suriah,” terang Kementerian Pertahanan Rusia.

Wilayah tersebut sebelumnya diduduki kelompok militan front al-Nusra, afiliasi al-Qaeda yang dilarang sebagai organisasi teroris di banyak negara, termasuk di Suriah dan Rusia.

Lebih dari 500 pemberontak dari Jabhat Fatah al Sham (dulu Front al-Nusra), beserta 1.500 anggota keluarga mereka, telah dipindahkan dari kota Al-Tall ke Idlib.

Menurut kementerian Rusia, kelompok oposisi militan mengambil keuntungan dari amnesti yang diumumkan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Mereka berhenti berperang dan mengungkapkan keinginan untuk mengungsi ke Idlib lewat negosiasi. Sebelum berangkat, mereka menyerahkan seluruh senjata berat mereka kepada pasukan pemerintah, serta lebih dari 200 unit senjata dan amunisi kecil,” terang pihak kementerian.

Pelucutan senjata yang dimediasi militer Rusia dilakukan sebagai bagian dari gencatan senjata regional. Pemerintah Suriah mengatur pemindahan kelompok pemberontah ke Idlib menggunakan 44 unit bus.

Pemerintah Suriah juga memberikan amnesti kepada 2.500 pemberontak Suriah dalam beberapa minggu terakhir.

Sebelumnya pada 29 November lalu, pasukan pemerintah Suriah telah membebaskan separuh wilayah Aleppo bagian timur dari kelompok militan. Aleppo merupakan salah satu kota terpenting di Suriah dan keberhasilan tersebut memberi dampak signifikan bagi perkembangan situasi di negara yang telah dilanda perang selama bertahun-tahun ini.

Kekerasan yang terus berlangsung di Suriah telah merenggut ribuan nyawa dan menelantarkan jutaan warga Suriah. Komunitas internasional telah mengambil langkah untuk mengakhiri konflik Suriah dan menyelesaikan krisis kemanusiaan di negara Timur Tengah tersebut.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.