FSB Tumpas Pemimpin Organisasi Teroris di Kaukasus

Sekelompok teroris Rusia yang berjanji setia kepada ISIS sempat menyerukan jutaan warga muslim Rusia untuk mengangkat senjata dan melakukan serangan terhadap penduduk dan pemerintah Rusia.

Sekelompok teroris Rusia yang berjanji setia kepada ISIS sempat menyerukan jutaan warga muslim Rusia untuk mengangkat senjata dan melakukan serangan terhadap penduduk dan pemerintah Rusia.

TASS
FSB juga menemukan berbagai senjata otomatis di lokasi kejadian bersama sejumlah besar amunisi dan bahan peledak.

Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) berhasil menumpas pemimpin kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS di bagian selatan kota Makhachkala, Rusia, demikian dilaporkan Sputnik, Minggu (4/12).

Salah seorang dari lima teroris yang berhasil ditumpas FSB adalah Rustan Magomedovich Aselderov alias Abu Muhammad, lahir tahun 1981, pemimpin Vilayat Kavkaz yang berafiliasi dengan kelompok teroris internasional ISIS.

Aselderov terlibat dalam pengaturan serangan bom bunuh diri di Volgograd, Rusia pada 2013 yang menewaskan lebih dari puluhan orang.

Pada Desember 2013, seorang pelaku bom bunuh diri meledakan alat peledak di pintu masuk stasiun kereta utama Volgograd, menewaskan 18 orang dan melukai puluhan lainnya. FSB pertama kali mengetahui pemimpin sel teroris ini saat ia ikut serta dalam kegiatan militan di Dagestan pada 2007.

Aselderov kemudian menjadi pemimpin sel jihadi lokal Caucasus Emirate pada 2012. Di tahun 2015, ISIS mengatakan Caucasus Emirate telah berikrar setia terhadap tujuan mereka.

Dalam penggerebekan teroris yang menewaskan Aselderov, FSB juga menemukan berbagai senjata otomatis di lokasi kejadian bersama sejumlah besar amunisi dan bahan peledak.

ISIS Cabang Kaukasus

Pada November lalu, lima orang anggota kelompok yang diketahui dekat dengan ISIS ditahan di Republik Ingushetia, Kaukasus utara, karena dicurigai tengah merencanakan serangan teroris.

Kelompok ini didirikan oleh seorang pengikut ISIS yang telah tewas pada awal Oktober lalu, kata FSB dalam sebuah pernyataan menyusul aksi penangkapan pada Kamis lalu.

Selain melakukan penangkapan, FSB juga menyita lima senjata api, dua bahan peledak buatan rumahan yang masing-masing memiliki daya ledak setara dengan 10 kilogram TNT, serta komponen-komponen senapan runduk.

Sebelumnya, sekelompok teroris Rusia yang berjanji setia kepada ISIS sempat menyerukan jutaan warga muslim Rusia untuk mengangkat senjata dan melakukan serangan terhadap penduduk dan pemerintah Rusia. Demikian hal tersebut dilaporkan RT, merujuk pada rekaman video yang beberapa bulan lalu beredar di dunia maya.

Dalam video yang dipublikasikan pada Maret lalu tersebut kelompok teroris ISIS cabang Kaukasus menyebut diri mereka sebagai "pejuang" dari kelompok global pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi. Media Rusia Gazeta.ru melaporkan, di sepanjang video tersebut, para teroris berbicara dalam bahasa Rusia. Video penuh ancaman itu kemudian dihapus dari YouTube.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.