Indonesia Bahas Proyek Produksi Minyak di Siberia dengan Perusahaan Rusia

Rosneft Rusia akan membangun kilang minyak di Tuban, Indonesia, mulai 2019.

Rosneft Rusia akan membangun kilang minyak di Tuban, Indonesia, mulai 2019.

Reuters
Indonesia tertarik dalam proyek produksi minyak di Siberia Timur.

Indonesia tengah membahas proyek kerja sama dengan Rosneft, Gazprom, dan Lukoil — perusahaan-perusahaan minyak asal Rusia, kata Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Wiratmaja Puja.

"Kami tengah berdiskusi dengan Rosneft, Gazprom, dan Lukoil mengenai proyek kerja sama di Rusia," tutur Puja.

Menurut Puja, Indonesia tertarik dengan proyek produksi minyak di daratan (onshore) Rusia. Namun demikian, Puja tidak membahas mengenai proyek lepas pantai (offshore).

"Kami tertarik dengan wilayah Siberia Timur. Kami akan lihat bagaimana caranya mengangkut minyak ke Indonesia. Di sana, semuanya lebih mudah," kata Puja.

Sebelumnya, Puja menyampaikan bahwa Indonesia berharap dapat menandatangani kesepakatan akhir dengan perusahaan energi Rusia Rosneft terkait pembangunan kilang minyak Tuban pada 2017 dan memulai pengerjaan proyek tersebut pada 2019.

Kilang minyak Tuban akan dibangun dengan kapasitas 15 juta ton per tahun. Kompleks tersebut akan mengolah minyak mentah impor kelas menengah dan berat. Proyek ini menyediakan konstruksi pengurai katalis bahan bakar minyak untuk jumlah besar dan kompleks petrokimia. Kompleks tersebut diharapkan dapat mengakomodasi supertank VLCC dengan bobot lebih dari 300 ribu ton, terang perusahaan Rosneft seperti dilaporkan media Rusia TASS.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.