Dubes Rusia: Mencampuri Politik Negara Lain Bukan Kebijakan Rusia

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin.

Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia
Negara-negara Barat terus berusaha menekan Rusia dengan berbagai cara karena kebijakan Rusia yang independen dan tidak dapat dipengaruhi kepentingan Barat.

Upaya Barat dalam merekayasa kondisi politik demi perubahan rezim di Suriah, Ukraina, dan Libya telah menyebabkan kekacauan politik dan ekonomi di negara-negara merdeka tersebut, kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin kepada para wartawan saat menanggapi tuduhan-tuduhan Barat yang mengklaim bahwa Rusia telah melakukan intervensi di Suriah dan Ukraina, Rabu (30/11).

“Rusia tidak pernah berupaya merekayasa kondisi politik negara lain karena hal itu bukan kebijakan (luar negeri) kami. Kebijakan semacam itu hanya akan berdampak buruk,” kata Galuzin dalam sesi jumpa pers di kediamannya yang terletak di Kuningan, Jakarta.

“Barat terus mengabaikan kenyataan ini dan justru menyalahkan Rusia atas berbagai hal, mulai dari krisis Suriah hingga krisis Ukraina. Mereka tak bertujuan untuk menyelesaikan krisis, melainkan hanya untuk menekan Rusia.”

Menurut Galuzin, negara-negara Barat terus berusaha menekan Rusia dengan berbagai cara karena kebijakan Rusia yang independen dan tidak dapat dipengaruhi kepentingan Barat.

“Jika kami melihat kebijakan Barat salah maka kami akan mengatakan bahwa mereka salah, seperti tindakan mereka di Irak, Libya, dan Suriah,” tutur Galuzin.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov meminta Barat untuk meninggalkan upayanya dalam melakukan “rekayasa geopolitik” di Timur Tengah, demikian dikutip Sputnik.

“Konflik Suriah hanya dapat diselesaikan oleh rakyat Suriah sendiri. Dalam hal ini, kami kembali menyerukan mitra-mitra Barat dan di kawasan untuk meninggalkan upaya rekayasa politik di wilayah ini, menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Arab Suriah, dan bekerja sama bahu-membahu demi tercapainya tujuan utama — mengembalikan perdamaian di negara ini,” kata Lavrov kepada surat kabar Corriere della Sera.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.