Ungkapkan Belasungkawa, Putin: Rusia Akan Selamanya Mengenang Fidel Castro

Fidel Castro meninggal pada usia 90 tahun.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan belasungkawa kepada rakyat dan pemerintah Kuba atas kematian pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputink, mengutip layanan pers Kremlin, Sabtu (26/11).

"Saya mengungkapkan belasungkawa terdalam kami kepada seluruh rakyat Kuba atas kematian saudara kita, sang pemimpin revolusi, Fidel Castro. Nama negarawan yang luar biasa ini dianggap sebagai simbol seluruh era dalam sejarah dunia modern. Kuba yang merdeka dan mandiri, yang dibangun oleh Fidel Castro dan rekan-rekannya, kini telah menjadi negara yang berpengaruh di tengah komunitas internasional dan telah menginspirasi banyak negara dan masyarakat di dunia," kata Putin.

Fidel Castro lahir pada 1926 di desa Biran, Kuba. Ia menjadi perdana menteri negara Kuba pada Februari 1959, dan memerintah negara itu hingga 2008. Namun demikian, Fidel tetap menjabat sebagai ketua Partai Komunis Kuba sampai 19 April 2011 sebelum ia akhirnya secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan itu.

"Pria luar biasa nan bijaksana ini selalu menatap masa depan dengan penuh percaya diri. Dia mempersonifikasikan citra politisi, warga, dan patriot yang ideal, yang secara tulus percaya kepada kebenaran atas apa yang ia lakukan dan pada itulah ia mengabdikan seluruh hidupnya. Kenangan terhadap dirinya akan abadi dalam hati warga Rusia," kata Putin seraya berharap seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kepergian Castro.

Fidel Castro meninggal pada Jumat (25/11) pada usia 90 tahun di Havana, ibu kota Kuba. Kematian mantan presiden Kuba ini dikonfirmasi oleh adiknya, Raúl Castro, yang mengambil alih kursi kepresidenan setelah sang kakak mengundurkan diri pada 2008.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.