Rusia Hidupkan Kembali Kereta Nuklir Soviet

Misil kompleks tempur rel bergerak Barguzin akan mengungguli versi Soviet.

Rusia sukses melakukan uji coba misil balistik antarbenua (ICBM) untuk kompleks tempur rel bergerak Barguzin, demikian dilaporkan Pravda.ru, Selasa (22/11).

Tes misil dilakukan di Kosmodrom Plesetsk untuk menguji kesiapan peluncuran misil dan kinerja perangkat peluncuran, tulis Interfax. Sementara, uji penerbangan ICBM untuk kompleks Barguzin ini diperkirakan baru dimulai tahun depan.

Komandan Pasukan Misil Strategis Kolonel Jenderal Sergei Karakayev mengumumkan bahwa laporan dari prospek penempatan sistem misil rel bergerak ini akan dikirimkan ke Presiden Rusia Vladimir Putin secepatnya.

Menurut Karakayev, kompleks Barguzin akan lebih unggul dari kopleks serupa pada masa Soviet dalam segala hal, termasuk akurasi dan jangkauan senjata. Kompleks ini bisa digunakan oleh Pasukan Misil Strategis, setidaknya sebelum tahun 2040.

Pada masa Soviet, Pasukan Misil Strategis memiliki tiga divisi sistem misil rel bergerak Molodets (julukan NATO: SS-24 Scalpel). Misil tersebut ditempatkan di wilayah Kostroma, Perm, dan Krasnoyarsk. Jumlah seluruhnya mencapai 12 “kereta nuklir” yang masing-masing membawa tiga buah misil.

Kompleks tersebut mulai masuk angkatan hanya beberapa tahun sebelum jatuhnya USSR pada tahun 1987. Negara Barat menyebut senjata Soviet ini sebagai “kereta hantu”. Kompleks misil rel bergerak ini kemudian dinonaktifkan pada 2003 hingga 2005, kemudian tak diperpanjang masa kerjanya.

Meski demikian, proyek Barguzin kali ini disinyalir tak bertujuan membangkitkan kembali proyek militer Soviet karena ini merupakan pengembangan baru sepenuhnya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.