Indonesia Ingin Ekspor Satu Juta Ton Minyak Sawit Mentah ke Rusia per Tahun

Kebun sawit di Cigudeg, Bogor, Indonesia.

Kebun sawit di Cigudeg, Bogor, Indonesia.

Wikipedia
Hingga akhir tahun ini, angka ekspor diharapkan mencapai 700 ribu ton.

Indonesia hendak meningkatkan jumlah ekspor minyak sawit mentah dan produk turunannya ke pasar-pasar yang belum terjamah, seperti Rusia dan Eropa Timur, demikian disampaikan Bendahara Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta, Rabu (23/11).

Hingga akhir tahun ini, jumlah ekspor minyak sawit dari Indonesia ke Rusia diperkirakan mencapai lebih dari 700 ribu ton, dan targetnya Indonesia hendak meningkatkan angka tersebut menjadi satu juta ton pada tahun-tahun mendatang.

"Jika digarap serius, potensi permintaan minyak sawit mentah dari Rusia mencapai lebih dari satu juta ton, belum dari negara-negara Eropa Timur lainnya," papar Lakshmi seperti dikutip CNN Indonesia.

Langkah pendekatan terhadap Rusia telah dimulai sejak pertengahan tahun ini. Delegasi Indonesia yang terdiri dari sejumlah pengurus pusat Gapki bersama wakil dari pemerintah berkunjung ke Moskow untuk bertemu dengan wakil pemerintah dan pengusaha Negeri Beruang Merah tersebut. Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai peluang usaha serta upaya membuka pasar Rusia lebih besar bagi produk minyak sawit mentah dan olahannya dari Indonesia, tulis CNN Indonesia. "Mereka sangat antusias untuk membeli lebih banyak minyak sawit kita," terang Lakshmi.

Prospek pasar Rusia menarik dan memiliki peluang masih cukup besar untuk negara tujuan ekspor. Tren volume ekspor minyak sawit ke negara bekas Uni Soviet itu terus meningkat. Pada 2012 lalu, volume ekspornya tercatat mencapai 356 ribu ton dan meningkat menjadi 570 ribu ton pada 2014. Kemudian, akhir tahun lalu tembus 657 ribu ton dan diharapkan mencapai 700 ribu ton hingga akhir tahun ini.

Pada tahun 2014, Rusia mengimpor hampir sekitar 750 ribu ton minyak kelapa sawit. Jumlah total produk lemak dan minyak yang diimpor Rusia mencapai 4,4 juta ton, sedangkan konsumsi minyak kelapa sawit mencapai 730 ribu ton. Pemasok terbesar minyak sawit di Rusia adalah Indonesia, sedangkan Malaysia berada di posisi kedua.

Konferensi minyak sawit terbesar di dunia Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke-12 yang akan digelar di Nusa Dua Bali, 23 – 25 November mendatang juga akan dihadiri perwakilan dari Rusia, Oleg S. Medvedev, yang merupakan profesor dari Universitas Negeri Moskow Lomonosov. Ia akan berbicara tentang isu kesehatan minyak sawit di masyarakat Eropa.

Minyak sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Produksi minyak sawit dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia, yang secara total menghasilkan sekitar 85 – 90 persen dari total produksi minyak sawit dunia. Pada saat ini, Indonesia adalah produsen dan eksportir minyak sawit terbesar di seluruh dunia, tulis situs Investasi Indonesia.

Dalam jangka panjang, permintaan dunia akan minyak sawit menunjukkan kecenderungan meningkat sejalan dengan jumlah populasi dunia yang bertumbuh dan karenanya meningkatkan konsumsi produk-produk dengan bahan baku minyak sawit.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.