Hendak Hadiahi Baju Hangat untuk Putin, Warga Peru Malah Ditangkap Polisi

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Bandara Internasional Jorge Chavez Lima, Peru, untuk menghadiri KTT APEC pada Sabtu (19/11).

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Bandara Internasional Jorge Chavez Lima, Peru, untuk menghadiri KTT APEC pada Sabtu (19/11).

AFP/East News
Baju yang dirajut oleh sang penggemar berhasil sampai ke tangan Putin.

Kisah seorang warga Peru yang hendak memberi hadiah pakaian hangat untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, tapi malah ditahan dan diinterogasi oleh polisi, berakhir bahagia. Seorang jurnalis menyerahkan hadiah dari perempuan tersebut pada Presiden Rusia setelah konferensi pers, Minggu (20/11), demikian dilaporkan RT.

Setelah Putin selesai menjawab sejumlah pertanyaan dalam konferensi pers yang digelar pasca KTT APEC, sang presiden dikejutkan dengan pemberian hadiah unik. Pada Sabtu (19/11), seorang warga Peru bernama Julia Castro mencoba memberi hadiah pakaian hangat untuk Putin yang dibuat oleh butik kecilnya. Namun, ia malah ditangkap oleh penegak hukum setempat. Meski kebaikan hati Castro malah membuatnya digiring ke kantor polisi, ia juga menarik perhatian sejumlah media, dan mendorong para jurnalis Rusia untuk membantunya.

Sumber: Ruptly TV / YouTube

"Saya berada di lokasi KTT APEC, tapi penjagaan baru dilakukan beberapa waktu kemudian. Mungkin saya salah memilih waktu yang tepat karena langkah keamanan yang sangat ketat dilakukan saat kehadiran para presiden," terang Castro pada radio lokal RPP, menjelaskan kejadian yang menimpanya pada Sabtu lalu.

Namun, ia kemudian menyampaikan pada RT bahwa keteguhan hati serta kecintaannya yang tulus pada bahasa dan budaya Rusia membantunya.

"Semua bermula saat saya mengambil pelajaran bahasa Rusia ketika berusia 17 tahun. Saya bertemu beberapa orang Rusia dan memanfaatkan kesempatan kunjungan presiden Rusia ke Peru untuk mempererat hubngan negara tersebut dengan negara saya. Sekitar tiga bulan lalu, saya merajut pakaian hangat dari wol untuk Putin. Bagi saya, mungkin, sebuah mimpi akhirnya menjadi kenyataan. Mereka bilang kita harus terus mengikuti mimpi kita, dan itu adalah impian yang saya targetkan bagi diri saya sendiri," terang Castro pada RT.

Pada KTT APEC tiga tahun lalu yang digelar di Bali, Indonesia, Putin juga menerima hadiah yang tak kalah unik, yakni lagu 'Selamat Ulang Tahun' yang dibawakan oleh mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu Putin kebetulan merayakan ulang tahunnya yang ke-61. Para pemimpin negara anggota APEC lainnya, termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, ikut bernyanyi dan bertepuk tangan.

Gurauan Mengenai Jet Tempur Swiss

Meski konferensi pers tersebut sebagian besar membahas isu ekonomi dan kebijakan luar negeri, sang presiden menyinggung salah satu insiden yang dianggap sebagai menunjukkan peningkatan ketegangan antara Rusia dan Barat bagi sebagian pihak. Ketika seorang reporter menanyakan pendapatnya mengenai kehadiran jet tempur Swiss yang membuntuti pesawat sipil Rusia, Putin menjawab sambil tersenyum, ‘Anggaplah itu adalah pengawalan kehormatan.’

Pada Sabtu (19/11) lalu, tiga pesawat militer Swiss membayang-bayangi pesawat sipil Rusia yang mengangkut sejumlah jurnalis dan beberapa pejabat Kremlin ke Lima, Peru. Beberapa penumpang khawatir akan betapa dekatnya pesawat militer tersebut dengna pesawat mereka. Kemenlu Rusia telah menuntut penjelasan resmi dari Swiss dan Kementerian Pertahanan Swiss merespon dengan menjelaskan bahwa tindakan tersebut hanya ‘pengecekan rutin’ terhadap identitas pesawat.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.