4.000 Tentara NATO Jalani Latihan Militer Terbesar Dekat Perbatasan Rusia

Manuver Iron Sword tahun ini, yang merupakan latihan ketiga NATO dan sejauh ini yang terbesar, melibatkan lebih dari empat ribu tentara dari AS, Inggris, Jerman, Kanada, Polandia, Rumania, Slovenia, Luksemburg, dan tiga negara Baltik.

Manuver Iron Sword tahun ini, yang merupakan latihan ketiga NATO dan sejauh ini yang terbesar, melibatkan lebih dari empat ribu tentara dari AS, Inggris, Jerman, Kanada, Polandia, Rumania, Slovenia, Luksemburg, dan tiga negara Baltik.

Reuters
NATO telah menempatkan aset militer tambahan di Eropa Timur dan melakukan latihan intens di wilayah tersebut, mengklaim bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah “agresi Rusia”.

Sebelas negara angota NATO telah mengirim empat ribu tentara ke Lituania, yang merupakan negara Baltik terbesar, untuk berpartisipasi dalam latihan militer Iron Sword tahun ini. Latihan perang tersebut bertujuan menguji kemampuan negara dalam menempatkan tentara dalam jumlah besar dengan cepat, demikian dikabarkan RT, Minggu (20/11).

Latihan yang telah dimulai pada Minggu (20/11) dan rencananya akan selesai pada 2 Desember ini digelar di dua tempat berbeda di Lituania.

“Situasi kini memberi tantangan baru yang tidak sesuai harapan kepada militer kami. Kami harus menyiapkan unit dan komandan mereka untuk merespons ancaman militer konvensional dengan efisien,” kata Kepala Angkatan Darat Lituania Jenderal Waldemar Rupšys kepada wartawan.

Manuver Iron Sword tahun ini, yang merupakan latihan ketiga NATO dan sejauh ini yang terbesar, melibatkan lebih dari empat ribu tentara dari AS, Inggris, Jerman, Kanada, Polandia, Rumania, Slovenia, Luksemburg, dan tiga negara Baltik. Latihan yang dilakukan dua tahun terakhir hanya melibatkan 2.500 dan 2.000 tentara.

Menurut Kementerian Pertahanan Lituania, para tentara akan berlatih mengeksekusi operasi serangan dan pertahanan, penyebaran cepat, dan tugas lainnya.

Iron Sword 2016 adalah kesempatan pertama Lituania untuk menguji brigade baru Žemaitija (Serigala Besi) yang telah dibentuk tahun ini. Saat ini, brigade tersebut memiliki dua batalion dan unit pendukung, dan akan mendapat tambahan dua batalion tahun depan. Brigade tersebut terdiri dari tentara wajib militer setelah Lituania mengembalikan layanan wajib militernya pada Maret 2015.

NATO telah menempatkan aset militer tambahan di Eropa Timur dan melakukan latihan intens di wilayah tersebut, mengklaim bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah yang mereka sebut sebagai “agresi Rusia”. Sementara, Moskow membantah mengancam para negara tetangga dan mengatakan para sekutu tersebut hanya menggunakan wacana itu sebagai alasan untuk membenarkan peningkatan anggaran militer mereka serta mengganggu perbatasan Rusia.

Sama seperti negara anggota NATO lain, Lituania sedang berjuang untuk memenuhi tanggung jawabnya menghabiskan dua persen anggarannya untuk pertahanan, namun pemerintah Lituania mengatakan mereka akan berhasil memenuhi syarat tersebut di tahun 2018.

Rusia Akan Membalas

Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Rusia akan mengambil tindakan balasan atas ekspansi NATO yang semakin ke timur, demikian dikabarkan Sputnik, Senin (21/11).

Putin menilai para anggota NATO yang baru merasa kesulitan untuk “menolak tekanan” dari AS sebagai pemimpin sekutu, yang memimpin penempatan pertahanan misil, pangkalan baru, dan sistem serangan di wilayah mereka.

“Dan apa yang akan kita lakukan? Dengan demikian kita harus melakukan aksi balasan, dengan kata lain mengeskpos objek tersebut ke sistem misil kita yang mulai mengancam kami. Situasi menjadi tegang,” kata Putin dalam dokumenter Oliver Stone mengenai Ukraina . “Saya tidak selalu memahami logika rekan kami.”

“Mengapa kami bereaksi terhadap ekspansi NATO? Kami prihatin dengan praktik pengambilan keputusan. Kami tahu bagaimana keputusan dibuat,” ujar Putin kepada Stone dalam dokumenter “Ukraine on Fire”.

"Ukraine on Fire"merupakan dokumenter yang mengungkap keributan Maidan di Kiev pada tahun 2013 – 2014. Dokumenter ini disutradarai oleh Igor Lopatonok, warga negara AS yang berasal dari Ukraina.

Sejak 2014, NATO telah membangun kehadiran militernya di Eropa, terutama di negara Eropa Timur yang bertetangga dengan Rusia, menggunakan dugaan keterlibatan Moskow dalam konflik Ukraina sebagai alasan. Moskow telah berkali-kali membantah klaim tersebut dan mengingatkan NATO bahwa pembangunan militer di perbatasan Rusia adalah hal provokatif dan mengancam keseimbangan kekuatan strategis yang ada.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.