Masa Pemakaian Sistem Misil Iskander-M Diperpanjang Hingga 2030

Iskander-M dirancang untuk menghancurkan berbagai macam variasi target darat dalam jarak lebih dari 490 kilometer.

Iskander-M dirancang untuk menghancurkan berbagai macam variasi target darat dalam jarak lebih dari 490 kilometer.

Perusahaan industri pertahanan Rusia sedang memodernisasi kompleks Iskander-M.

Masa pemakaian sistem misil balistik Iskander-M akan diperpanjang hingga 2030 setelah mengalami perbaikan, demikian disampaikan Komandan Pasukan Misil dan Artileri Angkatan Darat Rusia Mayjen Mikhail Matveevsky, seperti dikutip Sputnik, Jumat (18/11).

“Perusahaan industri pertahanan Rusia saat ini tengah memodernisasi kompleks Iskander-M demi meningkatkan karakteristik tempur dan operasional senjata itu,” terang Matveevsky.

Iskander-M (julukan NATO: SS-26 Stone) dirancang untuk menghancurkan berbagai macam variasi target darat dalam jarak lebih dari 490 kilometer. Misil ini mulai beroperasi pada 2006 dengan masa pemakaian selama 10 tahun.

Matveevsky menekankan bahwa modernisasi besar-besaran sistem ini berpotensi “mempertahankan keadaannya saat ini agar tak kalah dari model asing pada 2030 kelak.”

Menurut Matveevsky, Pasukan Misil dan Artileri Angkatan Darat Rusia akan kembali dipersenjatai sistem misil Iskander-M secara penuh pada 2020. Matveevsky juga mengatakan bahwa seluruh formasi di Distrik Militer Pusat, Selatan, dan Timur Rusia telah disesuaikan untuk menerima Iskander-M.

“Pada 2020, kami akan benar-benar menyelesaikan perbaikan seluruh formasi yang ada menjadi kompleks misil Iskander-M,” terang Matveevsky.

Senjata 9K720 Iskander-M (SS-26 Stone) merupakan sistem misil balistik jarak dekat Rusia yang mulai beroperasi pada 2006 untuk menggantikan sistem misil OTR-23.

Misil Iskander adalah senjata nuklir dan dapat menyerang berbagai macam target, dari perangkat berat militer hingga pusat komando bawah tanah. Misil ini memiliki karakteristik mobilitas tinggi dan kemampuan manuvernya yang hanya memakan waktu 20 menit untuk berada dalam modus siaga.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.